Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani. Foto: Koran SI
JAKARTA - Liburan akhir pekan biasanya digunakan sebagian orang untuk bercengkerama bersama keluarga atau pun pergi berlibur keluar kota. Namun, tidak demikian dengan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani.
Bahkan, sembari bercanda, liburannya adalah memantau pekerjaan di kantor, rapat, dan mengadakan pertemuan-pertemuan.
"Meski liburan saya tetap memantau kerjaan di kantor juga. Contohnya nanti sore saya harus rapat, besok ada pertemuan lagi. Jadi begini lah kerjaan saya," kata Firdaus Djaelani, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Jumat (27/11/2009).
Saat disinggung mengenai rapat yang dimaksud apakah terkait kasus yang sangat ini menjadi pemberitaan media yakni Century, dirinya enggan mengatakan. "Waduh jangan disangkutkan ke sana semuanya lah," ujarnya.
Sebagai informasi, semenjak kasus Bank Century mengemuka, Firdaus menjadi orang yang lumayan sibuk dalam menanganinya. Bahkan, pihak Kejaksaan Agung sempat memanggil dirinya sebagai saksi terkait tindak pidana korupsi penggunaan dana talangan dari pemerintah ke Bank Century.
Adapun Bank Century berganti nama menjadi Bank Mutiara mulai 2 Oktober 2009 guna mengubah anggapan masyarakat yang selama ini dinilai buruk.
Manajemen bank itu telah melaporkan pergantian nama pada 28 September 2009. Kemudian bank itu akan berganti nama menjadi Bank Mutiara pada 2 Oktober 2009. Meski berganti nama kode perdagangan saham tetap BCIC. (ade)