Perbankan Semakin Agresif Membuka Unit Syariah

Senin, 30 November 2009 12:25 wib
(Foto: Karimconsulting.com)
(Foto: Karimconsulting.com)
Perkembangan ekonomi syariah pada 2010 mendatang diyakini mengalami pertumbuhan signifikan. Hal itu dilandasi oleh akan masuknya sejumlah Bank Umum Syariah (BUS) baru yang akan meramaikan industri ini, yakni Bank Jabar-Banten Syariah, Victoria Bank Syariah, BNI Syariah, dan BCA Syariah. Sebenarnya ada satu lagi BUS yang hendak masuk, tapi karena baru dalam proses awal, namanya tidak boleh diinformasikan kepada media terlebih dahulu.

Penambahan juga terjadi pada unit usaha syaraiah (UUS). Pada saat ini setidaknya ada dua UUS yang akan masuk, yakni Bank Sinarmas dan OCBC NISP. Dikabarkan Maybank rencananya juga akan membuka UUS di 2010 mendatang. Namun itu masih sebatas rencana, jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Persoalan double tax yang selama ini menjadi persoalan pada bank syariah kini sudah tidak lagi. Hal itu karena DPR telah mengesahkan revisi UU Pajak Pertambahan Nilai (PPn). Memang selama ini bank syariah cenderung tidak membayar double tax yang dikenakan kepada bank syariah. Tapi tentu saja dengan adanya revisi UU PPn, perbankan syariah memiliki landasan hukum yang jelas.

Dari sisi keamanan, pada 2010 tidak ada lagi agenda politik yang besar. Sehingga pelaku usaha bisa dengan tenang melakukan kegiatan usaha tanpa khawatir terjadi huru-hara yang disebabkan persoalan politik nasional. Hal itu tentu saja bisa memengaruhi perkambangan usaha bank syaraiah. Dengan terus bertambah dan meningkatnya kualitas bank syaraiah yang meramaikan industri syariah, dapat dipastikan akan meningkatkan pertumbuhan aset bank syariah. Sekaligus market share terhadap perbankan secara nasional. Itulah mengapa, pada 2010 mendatang hampir semua kalangan berkeyakinan pertumbuhan perbankan syariah akan semakin membaik.

Kalau Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan aset bank syariah pada 2010 pada tiga skenario. Skenario pesimis dengan aset Rp72 triliun, pertumbuhan bank syariah bisa mencapai 20%. Skenario moderat dengan aset Rp97 triliun, diharapkan pertumbuhan perbankan syariah bisa mencapai 43%. Sedangkan skenario optimistis dengan aset Rp124 triliun, diharapkan pertumbuhan mencapai 70%.

KARIM Business Consulting sendiri memperkirakan perumbuhan aset bank syariah pada 2010 mencapai Rp101 triliun. Hal itu didasarkan pada perhitungan sebuah bank syariah minimal akan memenuhi skala bisnisnya kalau bisa melebihi lima kali dari modal yang dimiliki. Tentunya hal itu dengan asumsi perekonomian nasional pada 2010 mendatang minimal berjalan seperti sekarang.

Tentu saja bukan berarti pada 2010 tidak ada hal yang mengganggu pertumbuhan bank syariah. Ketersediaan sumber daya insani (SDI) merupakan elemen yang akan mengganggu pertumbuhan industri syariah umunya dan bank syariah pada khususnya. Karena itu, industri syariah harus terus mencetak SDI yang mumpuni untuk mengawal keberlangsungan industri ini.

Persoalan lainnya terkait dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance atau NPF) bank syariah yang cenderung sekarang menjadi lebih besar dari kredit bermasalah (non performong loan atau NPL) perbankan konvensional. Untuk menurunkan NPF tersebut adalah dengan mempercepat penyaluran dana secara agresif.

Adiwarman A Karim
Presiden Director KARIM Business Consulting
(Koran SI/Koran SI/jri)
  • samsul majdi » 0 Tanggapan
    assalamualaikum wr wb.kenapa dalam analisis ekonomi syari'ah paling banyak dibahas masalah perbankan saja sampai ada rumor yang mengatakan bahwa wilayahh kerja ekonomi syari'ah adalah perbankan saja ,jadi mohon untuk analisis yang berikutnya untuk ditekankan secara keseluruhan jangan persektor saja....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit