Pedagang Ikan di Pasar. Foto: Dedy Sinuhaji/Koran SI
BANDUNG - Pemanfaatan potensi perikanan di Jawa Barat masih jauh dari optimal. Di Pantai Selatan, potensi perikanan baru mencapai 11 persen per tahun atau 17.625 ton.
Padahal, total potensinya bisa mencapai 120 ribu ton per tahun. Untuk itu, pada 2010 mendatang, produksi perikanan di Jabar ditargetkan tumbuh hingga 30 persen.
Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kondisi serupa terjadi pada tambak perikanan seluas 4.600 hektare (ha) dengan potensi produksi 22.600 ton setiap tahun. Namun, kata dia, baru termanfaatkan 12,73 persen atau sekira 2.876 ton per tahun. Potensi perikanan budi daya laut sebesar 14.678 ton, lanjut Heryawan, baru dimanfaatkan sebesar 1.864 ton per tahun.
"Jabar dianugerahi perairan yang sangat melimpah, dan ini harus dimanfaatkan. Kami berharap potensi perikanan ini harus berbasis pada peningkatan ekonomi yang dapat juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," papar Heryawan saat menjamu pembudidaya perikanan di Gedung Pakuan, Jalan Otista Kota Bandung, Minggu (29/11/2009) malam.
Heryawan menambahkan dengan berbasis pada peningkatan ekonomi, pengembangan sektor perikanan dapat meningkatkan produksi sekaligus juga konsumsi masyarakat. "Pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan itu sendiri," ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya mendorong pelaksanaan kebijakan Gerakan Multiaktivitas Agribisnis (Gemar) dan Program Pengembangan Perikanan Pantai Utara dan Muara Pantai Selatan (Gapura). Dua program ini didukung pendanaan dari APBD Jabar.
"Program ini ditargetkan dapat meningkatkan produksi sekaligus konsumsi yang baru berkisar pada 24 kilogram (kg) per tahun per kapita," ungkap Heryawan.
Target produksi perikanan juga harus dibarengi dengan peningkatan pakan ikan. Jabar merupakan konsumen pakan ikan terbesar di Indonesia.
Capaiannya sebesar 40 persen dari serapan pakan ikan secara nasional, dengan rincian pakan yang paling tinggi adalah pakan tenggelam, sekira 70 persen untuk komoditas mas, nila, dan gurame, sementara 30 persen lagi pakan terapung untuk bandeng dan udang. (ade)