Pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari Mandek

Widi Agustian - Okezone
Senin, 30 November 2009 18:08 wib
Jalan Tol. Foto: Astra Bonardo/Koran SI
Jalan Tol. Foto: Astra Bonardo/Koran SI
JAKARTA - Jalan tol Depok-Antasari nampaknya belum akan segera terwujud. Saat ini pihak pengembang, PT Citra Waspphutowa yang merupakan anak usaha dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) masih bernegosiasi dengan Departemen PU yang diwakili Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Operasi dan Sekretaris Perusahaan CMNP Hudaya Arryanto dalam paparan publik di hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (30/11/2009).

"Kita mengharapkan ada titik temu dalam waktu dekat. Negosiasi menyangkut perubahan regulasi, tidak bisa berjalan cepat," katanya.

Dijelaskannya, pada Mei 2006 lalu pihaknya menandatangani kesepakatan dengan BPJT. Di mana biaya investasi yang perlu dikeluarkannya untuk tanah sebesar Rp770 miliar.

Akan tetapi, saat ini biaya investasi untuk tanah tersebut mengalami kenaikan hingga menjadi Rp1,2 triliun. "Pemerintah melalui land capping membantu agar sampai ke angka Rp1,8 triliun," ucapnya.

Masalah muncul ketika biaya investasi untuk tanah kembali meningkat menjadi Rp2 triliun. "Kita berkonsultasi dengan pihak otoritas, bila Rp1,8 triliun ditutup oleh land capping, di atasnya (sisanya) menjadi kewajiban siapa," ungkapnya.

Dari sisi konstruksi juga terjadi pembengkakan biaya, yang awalnya Rp906 miliar yang ada dalam perjanjian menjadi Rp1,12 triliun akibat adanya kenaikan BBM pada 2007.

"Kompensasi yang diberikan pemerintah adalah kenaikan tarif per kilometer, dari Rp500 per kilometer menjadi Rp600," paparnya.

Adapun pada 2009 ini, indeks biaya konstruksi kembali naik. Sehingga biaya investasi untuk konstruksi kembali naik hingga menjadi Rp2 triliun. "Sementara kita mendapatkan pendanaan dari perbankan berdasarkan perjanjian tersebut," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini BPJT juga masih mengevalasi ruas tol Depok-Antasari sebagai salah satu dari total 22 ruas tol yang dievaluasi.

"Jika membengkaknya biaya tersebut menjadi beban badan usaha, akan membuat tingkat kelayakan menjadi tidak terpenuhi, begitu juga kenaikan biaya konstruksi," tukasnya.  (ade)
  • Rod » 0 Tanggapan
    haduh...gimana sih nih, sampai sekarang tidak ada kabar sama sekali??? tanah saya yg tadinya mau dijual sampai sekarang tidak jadi karena ketidakjelasan ini!!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • karyono » 0 Tanggapan
    Tolong supaya jelas dan tegas apakah rencana pembangunan jalan tol desari tsb jadi atau tidak, sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat yg akan terkena jalan tol tsb, mengingat ada warga yg berniat menjual rumah/tanahnya sementara rencana pemb jln tol tsb tidak ada kejelasan, trimakasih
    Beri Tanggapan Laporkan
  • karyono » 0 Tanggapan
    Tolong supaya jelas dan tegas apakah rencana pembangunan jalan tol desari tsb jadi atau tidak, sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat yg akan terkena jalan tol tsb, mengingat ada warga yg berniat menjual rumah/tanahnya sementara rencana pemb jln tol tsb tidak ada kejelasan, trimakasih
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit