Foto: Okezone.com
JAKARTA - Harga emas dunia yang sedang fluktuatif mau tau mau membawa imbasnya ke perdagangan emas di dalam negeri. Bahkan, pembeli pun tercatat turun hingga 20 persen per November ini.
"Penurunan pembeli bisa sampai 20 persen. Pembelinya juga hanya yang akan melangsungkan pernikahan," ungkap salah satu pedagang emas Ivana Olivia saat ditemui okezone di Pasar Mas Cikini, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Memang, harga emas yang tidak stabil dan cenderung berubah atau bahkan cenderung naik dalam beberapa pekan ini membuat pedagang emas mengeluhkan sepinya pelanggan yang datang ke toko mereka. "Dari awal November harga emas memang naik," ujar Ivana.
Dia memberi contoh untuk harga emas putih dan emas kuning pada awal November berada di kisaran Rp320 ribu. Namun sekarang sudah berada di kisaran Rp360 ribu.
Begitu juga dengan pedagang emas lainnya, Lili, yang menambahkan bila kenaikan harga emas ini sudah terjadi sejak pertengahan November yakni sudah dari 13 November 2009. Maka dari itu, mereka mengharapkan harga emas kembali stabil sehingga pembeli dapat ramai kembali seperti biasa.
Seperti diketahui, per 26 November kemarin, harga emas kembali mencapai rekor untuk ketiga kalinya saat sejumlah investor dan bank sentral membeli logam mulia itu untuk memproteksi investasi mereka dari penurunan dolar.
Harga spot emas bertengger di tingkat USD1.193,10 per ons atau meningkat USD4,5. Penguatan emas ini, setelah nilai tukar turun ke posisi terendah dalam 15 bulan kemarin terhadap enam mata uang utama yang menjadi mitra. (ade)