Foto: Koran SI.
JAKARTA - Nilai impor Indonesia Oktober 2009 mencapai USD9,47 miliar atau meningkat 11,16 persen dibandingkan Juli 2009 mencapai USD8,52 miliar. Sedangkan selama Januari sampai Oktober 2009 nilai impor mencapai USD77,75 miliar atau menurun 30,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan, di kantornya, Jakarta, Kamis (1/12/2009).
Impor nonmigas Oktober 2009 mencapai USD7,55 miliar atau meningkat 22,87 persen dibandingkan impor September 2009, sedangkan selama Januari hingga Oktober 2009 mencapai USD62,70 miliar atau menurun 25,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, impor migas Oktober 2009 mencapai USD1,92 miliar atau menurun 19,20 persen dibanding impor September 2009, sedangkan selama Januari hingga Oktober 2009 mencapai USD15,05 miliar atau menurun 46,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai impor nonmigas terbesar Oktober 2009 masih sama seperti September 2009, yaitu tergolong barang mesin atau pesawat mekanik dengan nilai USD1,44 miliar, yang mengalami peningkatan sebesar 26,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari hingga Oktober 2009 masih ditempati oleh China dengan nilai USD10,76 miliar dengan pangsa 17,16 persen diikuti Jepang USD7,9 miliar atau setara 12,6 persen dan Singapura USD7,67 miliar atau setara 11,19 persen.
Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,54 persen dan Uni Eropa sebesar 11,19 persen.
Impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari hingga Oktober 2009 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan untuk semua golongan, yaitu impor barang konsumsi sebesar 24,99 persen, bahan baku atau penolong sebesar 36,33 persen dan barang modal sebesar 5,49 persen. (rhs)