Getting time...

Indosat Turunkan Porsi Sukuk 60%

Selasa, 1 Desember 2009 15:35 wib
Gedung Indosat. Foto: Okezone.com
Gedung Indosat. Foto: Okezone.com
JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) memperkecil porsi obligasi syariah (sukuk) sebesar 60 persen menjadi Rp200 miliar dari rencana semula Rp500 miliar. Meski demikian, perseroan tetap menerbitkan obligasi sesuai rencana awal senilai total Rp1,5 triliun.

"Sukuk kita memang diturun dari rencana sebelumnya," kata Corporate Communication Indosat Adita Irawati saat dihubungi di Jakarta, Selasa (1/12/2009).

Dia mengatakan, sebelumnya Indosat berencana menerbitkan obligasi senilai total Rp1,5 triliun. Obligasi berdenominasi rupiah itu terdiri dari obligasi konvensional sebesar Rp1 triliun dan sukuk Rp500 miliar.

Menurut Adita, diturunkannya porsi sukuk dipicu kecilnya permintaan di instrumen investasi syariah tersebut. Berdasarkan hasil penawaran awal (book buliding), minat investor sukuk tidak terlalu besar. Dengan diturunkannya porsi sukuk, maka obligasi konvensional naik menjadi Rp1,3 triliun sehingga total obligasi Indosat tetap sesuai rencana awal sebesar Rp1,5 triliun. "Kita hanya coba mengakomodir permintaan yang ada," katanya.

Meski saat ini Timur Tengah masih menjadi investor terbesar instrumen sukuk, namun Adita membantah diturunkannya porsi sukuk perseroan terkait langsung dengan kasus penundaan pembayaran sejumlah utang Dubai World yang mencapai USD59 miliar (Rp590 triliun). "Kami melihat tidak ada kaitannya secara langsung," katanya.

Pasalnya, tegas dia, sukuk Indosat diterbitkan dalam bentuk rupiah sehingga pasar yang dijajaki adalah investor domestik. Meski demikian, dia tidak menampik sukuk perseroan juga ditawarkan ke investor asing dengan porsi kecil. "Investor asing memang ada, tapi sangat kecil jumlahnya tidak signifikan," kata Adita.

Sebagi informasi, rencananya perseroan akan melakukan penawaran obligasi Indosat VII-2009 senilai Rp1,3 triliun dan sukuk ijarah Indosat IV-2009 Rp200 miliar pada 2-4 Desember 2009, dan diharapkan dapat dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Desember.

Obligasi Indosat VII-2009 terdiri atas dua seri yaitu seri A sebesar Rp700 miliar berjangka waktu lima tahun dengan kupon 11,25 persen per tahun. Sedangkan seri B Rp600 miliar berjangka tujuh tahun dengan kupon 11,75 persen per tahun.

Kupon obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Kupon obligasi pertama akan dibayarkan pada 8 Maret 2010, sedangkan terakhir pada saat jatuh tempo 8 Desember 2014 untuk seri A dan seri B pada 8 Desember 2016.

Sementara untuk sukuk ijarah IV-2009 dengan sisa imbalan ijarah Rp200 miliar juga terdiri atas dua seri. Sukuk ijarah seri A sebesar Rp28 miliar berjangka waktu lima tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp3,15 miliar per tahun. Sukuk ijarah seri B sebesar Rp172 miliar berjangka tujuh tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp20,2 miliar per tahun.

Cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Cicilan imbalan ijarah pertama akan dibayarkan pada 8 Maret 2010, sedangkan terakhir pada saat jatuh tempo 8 Desember 2014 untuk seri A dan seri B pada 8 Desember 2016. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah adalah PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas. (Whisnu Bagus /Koran SI/ade)
TWITTER »
twit