Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menargetkan rampungnya spin off unit syariah pada kuartal I-2010. Usai berdiri sendiri, BNI Syariah ini akan masuk strategic investor yang merupakan anak usaha Asian Development Bank (ADB).
Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut BNI Gatot Suwondo di sela seminar bertajuk Inspirasi Peluang Investasi dan Prospek Ekonomi 2010 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
"Spin off syariah lagi proses izin di pusat dan Bank Indonesia (BI). Mungkin Januari ada legal. Target rampung kuartal I-2010, syariah banking berdiri sendiri. Aset unit syariah kuartal tiga Rp4 triliunan," jelasnya.
Anak usaha ADB yang bakal menjadi strategic investor bagi BNI Syariah tersebut adalah Dubai Based Islamic Coprporation for the Development of the Private Sector (ICD).
"ICD yang merupakan anak usaha untuk bangun perusahaan syariah di Indonesia. Mereka sudah siap untuk masuk dengan initial capitalisasi USD500 juta. Di mana USD250 untuk tahap pertaman dan tahap kedua USD250 juta," paparnya.
Saat ini, modal BNI Syariah tersebut adalah sebesar Rp1 triliun. Dengan masuknya modal tahap awal dari ICB tersebut, berarti modal perseroan akan menjadi Rp3,5 triliun (USD350 juta).
Pasca masuknya ICB, keputusan diserahkan pada strategic partner untuk memilih mana patner barunya lagi. "Investor lain lagi terserah dia. Kalau partnernya kuat, banknya akan bekembang," tukasnya. (ade)