Kepala BP Migas R Prijono. Foto: Widi Agustian/okezone.com
JAKARTA - Kepala BP Migas R Priyono melakukan dua evaluasi terhadap fasilitas pendukung penggunaan operasi (platform) minyak dan gas alam.
Hal itu disampaikannya pada saat rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Platform sendiri merupakan sebuah struktur besar yang digunakan sebagai tempat pekerja dan mesin yang dibutuhkan untuk mengebor dan memproduksi minyak dan gas alam di laut.
Pertama, pengelolaan platform di mana yang masih dioperasikan adalah 529 sedangkan yang tidak dioperasikan 47 dari total platform 576.
"Kajian akan terus dilakukan untuk melihat tingkat ke-ekonomian penggunaan platform dan sedapat mungkin digunakan untuk kegiatan operasi," katanya.
Kedua, pengguanan kapal-kapal penunjang kapasitas produksi floating storage offshore (FSO) dan floating production, storage and offloading (FPSO).
Selain itu, tentang wilayah kerja perminyakan BP Migas sepanjang 2009 telah ditandatangani tambahan 21 kontrak kerja sama (KKS) migas dan 13 KKS coal bed methane (CBM). "Total KKS menjadi 232 terdiri dari 64 KKS produksi dan 168 KKS eksplorasi," ucapnya.
(ade)