Getting time...

Sri Mulyani: Krisis Belum Berakhir

Widi Agustian - Okezone
Rabu, 2 Desember 2009 12:32 wib
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan jika krisis saat ini belum berakhir. Walau demikian, dampak krisis sekarang tidak akan sebesar krisis yang terjadi di 2008 lalu.

"Krisis ini belum berakhir, mungkin magnitude tidak sebesar 2008. Saya katakan seluruh proses restrukturisasi lembaga keuangan di tingkat global belum selesai. Itu menjadi kendala pemulihan ekonomi secara cepat," katanya, usai Investor Summit and Capital Market Expo 2009 "Strategi Investasi di Pasar Modal Indonesia 2010", di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Dijelaskannya, pada forum G20, beberapa gubernur bank sentral dari negara anggotanya menegaskan jika restrukturisasi atas krisis belum selesai. Hal ini menjadi tema bagi G20 pada 2010 mendatang.

Dengan begitu, bagi korporasi yang berusaha melakukan restrukturisasi, maka perusahaan akan dipengaruhi kebijakan global yang mempengaruhi sistem operasional.

"Koprorasi dan perbankan harus diatur dalam level mikro, hingga gaji eksekutifnya juga harus diatur. Cari sistem penggajian yang ada di investment bank itu menjadi sistem yang irresponsible," paparnya.

Dengan sedikit bercanda, dia menjelaskan, jika gaji eksekutif perbankan tersebut memanglah lebih tinggi dari gaji Menkeu. "Itu nyata terjadi," ucapnya.

Jika hal itu yang terjadi, maka lembaga ini tidak hanya membahayakan dirinya, tapi akan menimbulkan risiko sistemik.

"Itu yang membuat gubernur dan menkeu jengkel, seperti Lehman dan AIG, dengan sistem yang tidak irasional akan tercipta risiko sistemik, di G20 itu menjadi fokus perkembangan kita," paparnya. (ade)
TWITTER »
twit