Menteri ESDM: Saya Tak Bangga RI Kaya Energi

Andina Meryani - Okezone
Rabu, 2 Desember 2009 10:16 wib
Menteri ESDM Darwin Saleh. Foto: Dok ESDM
Menteri ESDM Darwin Saleh. Foto: Dok ESDM
JAKARTA - Menteri ESDM Darwin Z Saleh meminta kepada masyarakat untuk tidak bangga dengan tidak sebutan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam terutama energi. Pasalnya mindset itu justru membuat masyarakat berperilaku boros energi.

"Saya tidak bangga dengan sebutan Indonesia negara yang kaya energi, karena itu justru telah membangun lifestyle boros energi," ujarnya saat memberikan sambutan di Seminar Oil, Gas, and Mining Outlook 2010: Prospek dan Tantangan Industri Migas dan Pertambangan Menuju Era Kemandirian Energi, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Untuk menghilangkan mindset tersebut, diperlukan kebijakan segera untuk mencabut subsidi pada produk dan mengalihkannya menjadi subsidi kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.

Sehingga nantinya BBM bersubsidi seperti hanya akan dinikmati oleh kendaraan yang benar-benar membutuhkannya, dan bukan bagi kendaraan mewah lagi. Namun, sayangnya dia belum bisa memastikan kapan penerapan subsidi tersebut akan dilaksanakan.

"Mainstream ke depan agar kebijakan subsidi diberikan kepada siapa, bukan pada produknya. Agar nantinya premium diberikan kepada mobil-mobil yang sudah tua dan membutuhkan. Kalau mobil yang harganya ratusan juta atau miliaran, jangan makannya pakai premium," tegasnya.  (ade)
  • mach » 0 Tanggapan
    Gimana gak Bangga pak.... Justru saya Mungkin masyarakat RI....gak bangga dengan kinerja Pemerintah juga instansi Bapak mentri selama ini....ampun...ampun
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ariotetuko » 0 Tanggapan
    Mindset Mentri ESDM kok begini? justru dg banyaknya subsidi menunjukkan bumi kita memang"Gemah Ripah Loh Jinawi". Kalo perlu semua lini diberi subsidi, dan saya bangga dg itu. Coba siapa ndak bangga, listrik gratis, air gratis, BBM murah,daya beli tinggi, Ekspor melimpah, kapita tinggi, kemiskinan rendah. Siapa ndak Bangga??? Nah keadaan bangsa kita era kini kan hanya AKIBAT dari regulasi yg dibuat. Nah, mustinya sekarang dicari SEBAB-nya dan dicari solusinya. Bukannya rakyatnya yang harus men-SIKAPI atas AKIBAT yg terjadi ! Lagi-lagi rakyat ya yg salah...kasihan ya jadi rakyat...! Kalau cuman kayak gitu, saya juga bisa dong jadi menteri.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit