Getting time...

Mentawai Produksi 23 Ribu Ton Ikan

Rus Akbar - Okezone
Rabu, 2 Desember 2009 18:12 wib
Tempat Pelelangan Ikan. Foto: Koran SI
Tempat Pelelangan Ikan. Foto: Koran SI
TUAPEIJAT - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat mengungkapkan bahwa kepulauan ini telah menghasilkan ikan sebanyak 23 ribu ton di 2009.

Ini karena posisi Kepulauan Mentawai yang posisinya berada di tengah Samudera Hindia tersebut berpotensi menghasilkan ikan yang banyak setiap tahunnya yang akan terus terjadi peningkatan.

"Dari tahun ke tahun grafik peningkatan produksi ikan laut di Mentawai menunjukan peningkatan, sampai bulan ini sudah 23 ribu ton," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Edi Sukardi pada okezone, di kantornya, Jalan KM 2 Tuapeijat, Sumatera Barat, Rabu (2/12/2009).

Dia juga mengatakan sebenarnya jumlah tersebut lebih banyak lagi, jika kapal luar yang masuk ke wilayah Mentawai melapor. Ini karena masih banyak kapal luar Mentawai mengambil ikan di perairan Mentawai. "Data yang kita himpun ini dari nelayan-nelayan yang berada di wilayah Mentawai saja," ujarnya.

Jumlah tersebut ditambah lagi pelabuhan perikanan di Tuapeijat belum beroperasi disebabkan karena belum ada pabrik pembuat batu es sehingga ini menjadi kendala dalam menyalurkan ikan ke Padang, akhirnya membuat ikan cepat membusuk.

"Jika ada pabrik es, maka Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bisa menampung ikan, saat itu Pemkab sedang membangun Pelabuhan Perikanan kedua di Kecamatan Sikakap, karena daerah ini penghasil ikan terbanyak. Coba bayangkan dalam satu hari para nelayan bisa menghasilkan ikan satu ton," terangnya.

Biasanya para nelayan akan banyak menghasilkan ikan mulai pada Maret sampai September, namun karena tidak tersedianya pabrik es sehingga banyak ikan yang dijadikan ikan kering dan tentu nilai jualnya akan berkurang dibanding ikan segar.

Edi menambahkan, Pemkab Mentawai selama ini tidak memungut retribusi tangkapan ikan, kecuali retribusi dari perizinan untuk usaha perikanan, dan pembebasan retribusi tangkapan ikan, jauh sebelum instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad.

Bahkan Mentawai dilirik investor dari Jepang yang memasang rumpon laut dalam. "Saat ini investasi itu sudah tahap menanam rumpon yang dikhususkan untuk menangkap ikan tuna sebagai percepatan jadikan Sumbar Sentral Tuna Wilayah Barat Indonesia," ujar Edi.  (ade)
TWITTER »
twit