Presiden Bank Dunia Robert Zoellick. Foto: daylife
NEW DELHI - Kepala Bank Dunia Robert Zoellick mengungkapkan bahwa Asia menjadi salah satu benua yang akan memainkan peranan besar dalam pemulihan ekonomi global.
Selain itu, Asia juga harus berperan aktif mendukung pemulihan ekonomi ini akibat kemerosotan ekonomi dunia gara-gara tingkat konsumen Amerika Serikat (AS) kekurangan uang.
Zoellick mengatakan kepada Financial Times, akan sulit bila melihat konsumen AS yang menganggap adanya peran yang sama dalam memulihkan ekonomi, karena mereka harus melunasi utang dan meningkatkan keuangan mereka.
"Konsumen AS harus mengurangi utang dan harus mengisi kembali tabungan mereka. Ini adalah salah satu peluang bagi Asia yang berperan besar untuk memulihkan perekonomian global," katanya, seperti dilansir dari AFP, Kamis (3/12/2009).
Presiden Bank Dunia sendiri telah melihat pertumbuhan ekonomi India, China, dan negara Asia lainnya sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi global terhadap dibandingkan negara-negara maju yang masih berkutat dengan resesi ekonomi.
Zoellick menambahkan bahwa jika pengangguran di Amerika Serikat masih di atas 10 persen pada tahun depan. "Anda akan melihat efek umpan balik. Ini akan meningkatkan kenakalan utang kartu kredit dari kredit konsumen di AS terhadap real estate akan mengalir kembali ke sistem perbankan," dia memperingatkan.
Dia menambahkan bahwa dunia dipenuhi dengan likuiditas dan ini menimbulkan tantangan bagi gubernur bank sentral di beberapa negara Asia Timur untuk mengambil langkah-langkah dalam menghindari penciptaan "gelembung aset".
Bank Dunia pun mengumumkan akan memberikan India setidaknya USD1 miliar untuk membantu membersihkan sungai suci Gangga sebagai bagian dari kenaikan tajam bergerak untuk pinjaman kepada negara.
Departemen Keuangan India mengatakan Bank Dunia diharapkan memberikan pinjaman sebesar USD7 miliar tahun ini untuk pembangunan, infrastruktur, dan proyek lainnya. (ade)