Getting time...

Telkom Akusisi BTEL? Masuk Akal!

Widi Agustian - Okezone
Jum'at, 4 Desember 2009 10:07 wib
Foto : Ist
Foto : Ist
JAKARTA - Kabar PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mengincar PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dinilai cukup masuk akal. Kendati sudah dibantah, namun pertimbangan ini wajar mengingat besarnya kekuatan dari dua emiten tersebut setelah bergabung.

"Namun kami melihat potensi akuisisi tersebut masuk akal, karena sinergi dan pricing power dari gabungan entitas," kata CIMB Securities di Jakarta, Jumat (4/12/2009).

Dilanjutkannya, sebenarnya pihaknya cukup terkejut dengan kabar yang menyebutkan. Pasalnya, dia menilai pemegang saham dari kedua emiten tersebut cukup kuat dari sisi pendanaan.

"Pemegang saham masing-masing perusahaan memiliki dana kuat," tambahnya.

Dilanjutkannya, keterkejutannya tersebut karena pihaknya melihat tidak ada keperluan mendesak untuk merger di sektor telekomunikasi. "Karena kompetisi rendah," ungkapnya.

Dengan potensi akuisisi tersebut, CIMB menaikan peringkat BTEL dari underperform menjadi trading buy dengan target harga Rp200 per saham."Kami juga mempertahankan rating TLKM pada Outperform dengan target harga Rp10.100 per saham dan melihat peluang positif bagi Flexi," tukasnya.

Pada perdagangan pukul 10.05 waktu JATS, saham BTEL diperdagangkan dengan harga Rp154 per saham. Sementara saham TLKM diperdagangankan dengan harga Rp9.150, yakni mengalami penurunan dengan harga Rp150 per saham.

Cikal-bakal isu itu bermuara dari pernyataan Direktur Keuangan TLKM Sudiro Asno, yang menyatakan Telkom mengkaji kemungkinan mengakuisisi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dalam upaya memperkuat bisnis di tengah ketatnya persaingan.

"Sudah ada pembicaraan dengan Bakrie Telecom, tapi masih terlalu awal untuk dipastikan," ujar Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno di sela-sela Investor Summit 2009 di Jakarta Rabu 2 Desember.

Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan sedang membahas kemungkinan merger dan akuisisi tersebut dapat direalisasikan tahun depan. Jika terwujud, Bakrie Telecom kabarnya akan dimerger dengan Flexi.

Adapun untuk pendanaan akuisisi, Telkom akan menerbitkan obligasi. Kendati demikian, Sudiro mengaku bukan hanya Bakrie Telecom yang dibidik, melainkan juga perusahaan telekomunikasi di luar tiga besar (Telkom, Indosat, XL). "Kami cari yang cocok, tidak hanya Bakrie Telecom," tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Corporate Services Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi membantah bahwa perseroan telah melakukan pembicaraan dengan Telkom. "Tidak ada pembicaraan mengenai jual beli saham BTEL kepada Telkom," sanggahnya.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membantah akan mengakuisisi perusahaan berbasis telekomunikasi berbasis CDMA, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

"Telkom hingga saat ini belum mempunyai rencana/memutuskan untuk mengakuisisi operator telekomunikasi manapun meskipun analisis terhadap lingkungan bisnis tetap dilakukan," ujar Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Kamis 3 Desember kemarin. (rhs)
TWITTER »
twit