Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbankan di 2009 Terpangkas Kasus BC Ganda

Rani Hardjanti , Jurnalis-Sabtu, 05 Desember 2009 |09:45 WIB
Perbankan di 2009 Terpangkas Kasus BC Ganda
Foto: Koran SI.
A
A
A

JAKARTA - Kondisi perbankan di Tanah Air pada 2009 ini tidak berprestasi seperti pada 2008 lalu. Jika pada tahun lalu pertumbuhannya mampu mencetak level tertinggi hingga 30 persen, namun hingga September 2009 hanya tumbuh  5-5,5 persen.

"Dana Pihak Ketiga (DPK) mampu tumbuh 15-17 persen. Itu cukup baik sepanjang 2008. Sayangnya pada 2009 prestasi itu hilang. Karena sampai saat ini hanya tumbuh 5-5,5 persen, jauh dari mimpi yang ditetepkan sebesar 20 persen," ujar pengamat perbankan Ryan Kiryanto, dalam diskusi Polemik Radio Trijaya bertajuk Prospek Ekonomi 2010 Pascakasus Century, di Warung Daun, Pakubowono, Jakarta, Sabtu (5/12/2009).

Menurut Ryan, salah satunya yang memukul industri perbankan yakni, adanya double case BC atau kasus BC ganda. Yang dimaksud dengan BC adalah kasus Bank Century dan Kasus Bibit Candra.  "Saya khawatirkan perbankan yang sudah bagus jadi terdikson pada 2009," imbuhnya.
 
Uniknya, lanjut Ekonom Senior Bank BNI ini, dengan kondisi kemerosotan perbankan Tanah Air, pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh 4,2 persen. Inflasi terkendali 2,6 persen. Nilai tukar rupiah pada 2008 yang terpental hingga Rp12.000 per USD, namun pada 2009 secara gradual menurun hingga rata-rata Rp9.450-Rp9.500 per USD.

Hal ini tidak lepas dari faktor keberuntungan, yakni perbankan di Indonesia tidak secanggih di Hong Kong atau Jepang. "Jadi kalau ada geger-gegeran seperti Lehman Brothers, ya kita tidak terpengaruh. Juga pada double BC case tadi. Jadi faktor keberuntungan keuangan kita tak secanggih negara lain. Andai kata secanggih negara lain, ya nasib kita juga seperti negara lain," jelas dia.

Ryan mengatakan, faktor kunci lain yang mempengaruhi ketangguhan ekonomi dalam negeri yakni masih luasnya pasar dan tingginya tingkat konsumsi.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement