Foto: Koran SI
JAKARTA - Direktorat Jenderal Migas menargetkan pada tahun 2025 nanti mencapai 50 persen operatorship akan dikelola perusahaan nasional yang saat ini baru mencapai sekitar 35 persen. Selain itu peggunaan barang dan jasa pendukung usaha migas ditargetkan mencapai 91 persen.
Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Migas Evita H Legowo dalam situs ESDM, di Jakarta, Minggu (6/12/2009). Selain kedua target diatas pemerintah akan meningkatkan penggunaan sumber daya manusia hingga mencapai 99 persen dan meningkatkan nilai tambah untuk pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan demii kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan utama minyak dan gas bumi terkait dengan sumber daya alam adalah menjamin ketersediaan migas bagi kepentingan nasional dan peningkatan kapasitas nasinal, lanjutnya.
Sedangkan kebijakan bahan bakar lanjut Beliau adalah memberikan jaminan ketersediaan pasokan bahan bakar, kategorisasi dan diversifikasi bahan bakar, penetapan harga, standar mutu dan penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Secara spesifik 10 agenda utama untuk sub sektor migas yaitu, meningkatkan eksplorasi dan dan produksi migas nasional, menjamin pasokan, pengurangan subsidi dan peningkatan efisiensi penyediaan migas, pemanfaatan bahan bakar yang ramah lingkungan.
Agenda utama selanjutnya adalah mengintensifikan penerimaan negara, peningkatan keselamatan migas, penigkatan akses data migas, pemberdsyaan kapasitas nasional bidang migas, perlindungan konsumen dan penyempurnaan perundang-undangan. (css)