Getting time...

Mengenalkan Uang pada Anak

Senin, 7 Desember 2009 09:20 wib
Foto: Dok KC123.com
Foto: Dok KC123.com
Pada banyak kesempatan kita akui mengajarkan anak soal uang bukan prioritas kita. Ayah dan ibu bekerja dan mempersiapkan banyak hal bagi masa depan anak. Tapi sadarlah Klabers kalau ditengah lingkungan yang konsumtif saat ini penting membentengi diri dan anak untuk 'cerdas soal uang'.

Sejumlah akademisi dan psikolog anak mengingatkan kalau masa kanak-kanak merupakan masa keemasan dalam menanamkan watak dan kebiasaan positif yang akan berguna baginya kelak. Seringkali dengan sengaja kita tunjukkan contoh yang 'mudah terlihat' agar mereka menangkap pesan yang kita harapkan.

Dalam soal uang juga serupa. Tidak pernah terlalu dini anak belajar tentang uang, karena anak-anak akan lebih siap menghadapi kenyataan hidup.

Pada dasarnya, konsep uang yang perlu dikenal anak diantaranya perihal bagaimana uang itu dihasilkan (earning), bagaimana berbagi (sharing), kebiasaan menabung (saving), perilaku belanja (spending), perilaku berhutang (borrowing). Coba perhatikan, jika anak mulai meminta orang tua membeli suatu barang, maka anak Anda telah cukup usia untuk mengerti bagaimana uang bekerja.
 
Berikut tahapan yang dapat Klabers pahami dahulu lalu coba terapkan bersama anak-anak:

1.  Berikan teladan.
Kehidupan Anda yang nampak sehari-hari oleh mereka merupakan bentuk pengajaran alamiah. Jika Anda terlihat bijaksana dalam pengelolaan keuangan di rumah, niscaya anak-anak akan melihat dan sedikit banyak akan mengikutinya kelak. Jadilah teladan!

2. Rencanakan belajar. Pembelajaran pengelolaan keuangan juga dapat dengan sengaja direncanakan. Diskusikan dengan pasangan Anda! Sebagai contoh, kita dapat mengajari anak yang lebih besar memiliki ?~Buku Catatan Keuangan Pribadi' semacam money diary yang memuat rinci pendapatan (uang saku dan lainnya) dan pengeluarannya (pos untuk charity, tabungan, dan pengeluaran pribadi). Jadilah luwes dan tidak formal, tetapi berkaitan erat dengan keseharian anak dan hidup keluarga, dan tetap pakai bahasa anak. Inilah tantangan untuk Klabers, berani menerima tantangan?!

3. Belajar kreatif dan menyenangkan. Pertimbangkan cara-cara yang mudah dimengerti oleh anak mengenai pengelolaan keuangan, jadilah kreatif dan menyenangkan. Gunakan media yang mengundang minat anak-anak. Ambil contoh, ajari mereka membeli sepeda dengan cara menabung sebagian uang sakunya ke dalam celengan tembus pandang/amplop khusus. Terlibatlah dalam proses itu, di akhir periode menabung gabungkan tabungan Anda dan si kecil.  Lihat betapa gembiranya ia karena Anda membantunya!

4. Apresiasilah! Sikap anak sangat ditentukan oleh dukungan orang dewasa dalam proses pembelajaran. Apresiasilah kegiatan charity mereka. Berikan pujian atas kebaikan hatinya membelikan sedekah untuk yang tidak berpunya. Atau dengan lembut tunjukkan sikap kurang setuju manakala mereka ceroboh dalam pengeluaran pribadi atau lengah dalam menabung.

5. Koreksi. Upayakan untuk memberikan umpan-balik atas apa yang telah dilakukan anak. Usahakan ada percakapan teratur tentang kemajuan disiplin penggunaan uang anak. Nyatakan kalau Klabers sayang mereka dan jelaskan kalau pembelajaran ini akan berguna bagi mereka juga ketika mereka dewasa seperti Anda. Miliki sikap terbuka untuk menerima pertanyaan dan menjawab si kecil menyangkut perlunya berbagi (charity) atau penggunaan tabungan, misalnya.

Selamat mencoba!

Manuel Pakpahan, CFP®
Perencana Keuangan Independen
CEO KeluargaCerdas123.com

Ivan Butarbutar, MBus
Kontributor
KeluargaCerdas123.com.
(//rhs)
TWITTER »
twit