Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Pertumbuhan pangsa pasar (market share) Bank Syariah di Indonesia melambat sejak 2003 hingga 2009. Hal tersebut dikarenakan bank syariah masih wait and see terhadap kondisi perekonomian nasional.
"Sejak bank syariah pertama kali muncul di Indonesia pada 2003, pangsa pasarnya hanya kurang dari tiga persen. Kini di 2009 pun juga masih sama, tidak bisa lebih dari tiga persen," ungkap Direktur Utama BRI Syariah Ventje Rahardjo, dalam acara Islamic Banking Annual Seminar 2009 di Menara Syariffudin Bank Indonesia, Jakarta, Senin (7/12/2009).
Lanjutnya, pertumbuhan bank syariah melambat karena perbankan masih menganggap bahwa ini adalah konsep baru dalam perbankan. Apalagi masyarakat juga belum mengenal betul tentang perbankan syariah.
Namun, prediksi pertumbuhan pangsa pasar bank syariah di 2010-2020 bakal naik hingga 10 persen. Maklum, lanjut Ventje, masyarakat akan lebih mengenal tentang perbankan syariah sehingga permintaan terhadap produk-produk syariah juga akan meningkat.
"Kami juga memprediksi pada 2020-2030 market share bank syariah juga bakal naik hingga 30 persen," tambahnya.
Sebagai informasi, pasar perbankan syariah terbesar di Asia ada di Indonesia. Dua faktor pendukungnya, yakni populasi masyarakat muslim terbesar dan potensi pasar yang cukup besar. Namun secara global, pertumbuhan pasar perbankan di Indonesia cukup kecil dan juga secara nasional masih harus digenjot lagi.
Kendati demikian, angka pertumbuhan bank syariah di Indonesia jauh lebih maju dan mampu berkembang lebih pesat dibandingkan negara lain. Oleh karena itu, pelaku pasar perbankan syariah di dalam negeri diminta bisa menguasai pasar domestik, dengan diimbangi dengan kualitas produk.
Adapun pertumbuhan aset perbankan di Indonesia share-nya per Mei 2009 hanya mencapai 2,2 persen dari total aset nasional perbankan di Indonesia. Nilainya secara nominal Rp52 triliun.
Saat ini juga terdapat lima bank syariah dan 25 unit syariah di 133 BPRS, 38 asuransi syariah, dan 3.000 Baitul Maal Wattamwil (BMW), dengan jumlah Dewan Perbankan Syariah mencapai 120 orang, di mana 87 orang tergabung di BPS perbankan. (Didik Purwanto/Koran SI/ade)