Foto: Candra SS/Okezone
JAKARTA - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan penurunan pinjaman jangka pendek selama sembilan bulan pertama 2009 sebesar 87,55 persen menjadi Rp1,321 triliun, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,612 triliun.
Sedangkan pos utang usaha pihak ketiga perseroan selama sembilan bulan pertama tahun 2009 meningkat 35,38 persen menjadi Rp1,102 triliun, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp814,47 miliar. Pos utang usaha pihak hubungan istimewa perseroan juga naik 218,85 persen menjadi Rp2,841 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp891,47 juta.
Seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan selama sembilan bulan pertama tahun 2009 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/12/2009). Perseroan juga membukukan utang lain-lain, yakni kepada pihak ketiga sebesar Rp163,545 miliar, atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp126,632 miliar. Selain itu, pos utang pihak hubungan istimewa terpangkas menjadi Rp207,014 miliar, atau turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,437 triliun.
Perseroan mencatatkan beban yang masih harus dibayar selama sembilan bulan pertama tahun 2009 sebesar Rp397,827 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp739,753 miliar. Pos utang pajak perseroan turun menjadi Rp151,622 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp276,58 miliar.
Tercatat pula pos utang dividen perseroan menjadi Rp1,552 juta, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,474 juta. Pos utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun pinjaman naik menjadi Rp167,825 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp141,116 miliar.
Pada penutupan perdagangan IHSG sesi kedua kemarin, harga saham dengan kode emiten BNBR terkoreksi Rp3 ke level Rp94 per lembarnya. (css)