Foto: Corbis
JAKARTA - Indonesia dan Australia menjalin kerja sama untuk penelitian berbagai isu dalam negeri. Dana yang dianggarkan untuk kerja sama selama lima tahun itu pun sekira USD2,5 miliar. Adapun kerja sama ini sudah berlangsung sejak empat tahun lalu dengan anggaran sebesar USD400 juta tiap tahunnya.
"Dana ini berkembang hingga USD2,5 miliar hingga lima tahun ke depan," ujar Duta besar Australia Bill Farmer, seusai membuka acara Indonesia-Australia Research Policy Forum, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (8/12/2009).
Dalam forum ini, para akademisi dari Australia dan Indonesia mempublikasikan penelitian gabungan mereka tentang isu-isu tata kelola pemerintahan prioritas, sebagai bagian dari sebuah program penelitian kolaboratif yang fasilitas pendanaannya dari Australia.
Sebanyak 10 tim mempubikasikan temuan-temuan baru berdasarkan serangkaian isu kebijakan penting di antara kedua negara. Seperti, perubahan iklim dan keamanan suplai pangan, pelaporan finansial publik, partai-partai politik lokal di Aceh, asuransi dan jaminan sosial, pengelolaan hutan dan pembuatan undang-undang di level kabupaten.
"Ada sekira 61 lembaga di Indonesia yang bekerja sama dengan Australia dalam penelitian tersebut. Sebagian dana tadi akan kita pakai untuk membangun sekolah, penelitian kemitraan pemerintah dan masyarakat," pungkasnya. (ade)