Foto: Koran SI
JAKARTA - Pejabat sementara (Pjs) Gubenur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menegaskan agar tidak bersikap kendur dalam menghadapi krisis ekonomi. Pasalnya, Indonesia pernah belajar dari krisis moneter 1997-1998.
Demikian dikatakan oleh Darmin, dihadapan para bankir, akademisi dan pelaku ekonomi, dalam forum "Meneropong Ekonomi Indonesia ke Depan: Peluang dan Tantangan," di Gedung BI, Jakarta, Rabu (9/12/2009).
Pada 20 tahun lalu, ujar Darmin, mengenal boombastile di Amerika. Pada 10 tahun lalu terjadi di Asia. Dengan pengalaman tersebut, hal yang perlu dibicarakan bukan sekadar langkah-langkah yang ditempuh untuk keluar dari krisis. Tapi juga sebagai negara yang berpotensi dengan baik.
"Apa yang terjadi pada 1997-1998 sudah mengajari kita untuk mengambil keputusan jika krisis dan hiruk pikuk yang terjadi. Seharusnya kita tidak menjadi kendor, tidak ada yang membantu kita dalam krisis selain diri kita sendiri," terang Darmin.
Mengenai prosepek 2010, lanjut dia, seharusnya kita sudah membicarakan apa yang harus diperbaiki dan memperbaiki kelemahan-kelemahan struktural. "Rumus untuk mengatasi hal itu tidak banyak. Mari kita mulai untuk menekuni dengan sungguh-sungguh," pungkas dia. (rhs)