Getting time...

SBI Indonesia Dinilai Seksi

Andina Meryani - Okezone
Rabu, 9 Desember 2009 12:44 wib
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono. Foto: Koran SI
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono. Foto: Koran SI
JAKARTA - Maraknya capital inflow dari investor asing yang parkir di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk mengambil keuntungan jangka pendek membuat Bank Indonesia (BI) seharusnya menerbitkan instrumen investasi lain yang tidak kalah seksinya dengan SBI untuk menarik investor agar dana-dana asing tidak hanya bertumpuk di SBI.

Tuntutan itu diperlukan karena masih minimnya instrumen investasi yang menarik minat investor di tengah derasnya minat investasi terutama dari luar negeri.

"Paper (instrumen) kita masih sangat terbatas. SBI kita dinilai seksi karena bunganya yang tinggi. Tapi kalau kita bisa ciptakan banyak paper yang sama seksinya dengan SBI, tanpa dilarang pun mereka akan berpindah dari SBI," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono, saat Forum Dialog Bersama Otoritas dan Pelaku Ekonomi: Meneropong Ekonomi Indonesia ke Depan: Peluang dan Tantangan, di Menara Sjafruddin Prawiranegara, BI, Jakarta, Rabu (9/12/2009).

Keberadaan instrumen lain juga diharapkan akan menunjang pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tujuh persen dalam lima tahun ke depan.

"Kalau kita mau pertumbuhan tujuh persen diperlukan dana masuk dari luar. Ini kunci BI dan pemerintah untuk tetap menggalang dana sehingga investasi menengah panjang bisa berjalan baik," tukasnya.  (ade)
TWITTER »
twit