Getting time...

Kepercayaan Investor di RI Memudar

Rabu, 9 Desember 2009 19:51 wib
Pengamat Ekonomi dari INDEF Aviliani. Foto: Koran SI
Pengamat Ekonomi dari INDEF Aviliani. Foto: Koran SI
JAKARTA - Pengamat dari INDEF Aviliani menjelaskan kepercayaan investor di Indonesia juga makin pudar lantaran pidato presiden SBY yang responsif terhadap isu-isu yang beredar. Termasuk kisruh tentang dana aliran Bank Century yang masuk istana hingga isu pembunuhan SBY.

"Kami mengakui strategi komunikasi SBY saat ini buruk. Beliau terlalu menanggapi isu yang beredar di pasar secara berlebih bahkan cenderung mendramatisir," jelas Aviliani dalam Forum Dialog Bersama Otoritas dan Pelaku Ekonomi "Meneropong Ekonomi Indonesia ke Depan: Peluang dan Tantangan, di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Rabu (9/12/2009).

Seharusnya, lanjut Aviliani, SBY harus melakukan pendekatan persatuan kepada masyarakat dan meredam isu-isu miring yang tidak menimbulkan gejolak pelaku pasar hingga menggoncang perekonomian.

Memang, pelaku pasar tidak bisa melawan opini publik yang selama ini beredar. Bahwa ada isu penggulingan kekuasaan baik presiden hingga pejabat menterinya. Namun seharusnya, SBY harus melakukan strategi komunikasi yang bisa menenangkan masyarakat agar tidak timbul masalah baru.

"Kami khawatir bahwa isu ini bisa dipolitisasi hingga masuk ranah politik. Nantinya justru mengganggu perekonomian nasional," tambahnya.

Aviliani mengingatkan pada pemegang kebijakan bahwa pekerjaan rumah dalam mengembangkan perekonomian ke depan masih banyak. Hasil-hasil rekomendasi dari National Summit dan Investor Summit justru hilang, tergerus oleh kisruh Bank Century dan perselisihan KPK versus Polisi.

Senada dengan Aviliani, bagi Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ikhsan mengungkapkan jika dua pejabat tersebut diturunkan maka akan memberikan dampak negatif kepada perekonomian.

"Selama ini Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi simbol reformasi birokrasi. Masalahnya sekarang, motivasi hak angket tersebut apa, apakah cenderung mencari transparansi atau ada nuansa politis. Jika transparansi tidak apa-apa. Tapi kalau politis, nanti jadi masalah," jelas Fauzi.

Lanjutnya, pihaknya juga mendukung hak angket tersebut. Nantinya jika hasil hak angket tersebut tidak ada unsur kasus pidana, sebaiknya kasus tersebut ditutup. Maklum, para menteri yang menangani kasus tersebut menjadi tidak fokus dengan tugas utamanya karena hanya mengurusi kasus Century. Padahal, hambatan yang harus diselesaikan dalam mengembangkan perekonomian masih banyak.

Di tempat yang sama, Wakil Presiden RI Boediono juga menjelaskan energi para menteri habis terkuras untuk menangani kasus perekonomian yang seharusnya tidak berdampak panjang.

"Masyarakat energinya sangat besar. Asal elitnya  mengarahkan ke arah yang benar. Di tangan para elit, rakyat melihat elit sebagai pedoman. Saat peran elit diabaikan maka yang menanggung adalah anak cucu kita," ungkapnya.

Dalam satu dekade terakhir di masa transisi politik, memang ada hal-hal noisy yang belum ada sebelumnya. Namun sebagai pemimpin negara, pihaknya mengaku sudah berada di jalur yang benar. "Apapun yang kita lakukan, punya konsekuensi sendiri," pungkas Fauzi.  (Didik Purwanto/Koran SI/ade)
  • Ir. Nur Adiyanto » 0 Tanggapan
    Dalam hal kasus bank Century sebenarnya ada 3 point yang menjadi sorotan masyarakat : 1. Masalah penentuan keadaan sistemik atau tidak sistemik, jika bank century ditutup . 2. Masalah perampokan bank oleh pemilik bank. 3. Masalah boilout bank century yang uangnya dicurigai dikorupsi. Melihat penjelasan diatas, maka jika pejabat yang terlibat dalam kasus century, harus mengakui dengan lapang dada jika mereka salah. Manusiawi jika pejabat melakukan kesalahan dan itu artinya kredit point bagi mereka bahwa pejabat tersebut tidak KAPABEL pada jabatan itu. Karena Negara dikorbankan akibat keputusan yang diambil salah. Dimana dengan berita diatas Kepercayaan Investor berinvestasi memudar, tentu itu harus menjadi perhatian PIMPINAN NASIONAL untuk menentukan sikap yang jelas, demi selesainya kasus ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • syaiful anam » 0 Tanggapan
    Pemerintahan di negeri ini aktor dan aktris paling T O P deh mulai dari atas sampek bawah an aku anugrahi piala citra dan aku kasih aplos yg kuueenceng
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Nicolas » 0 Tanggapan
    Aviliani, anda tahu daripada kepercayaan investor di Indonesia menurun? pendapat anda berdasar survei yang mana? Jangan ngarang dengan perasaan saja.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit