Getting time...

Dirikan Joint Venture, BLTA Yakin Raup USD250 Juta

Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Rabu, 9 Desember 2009 10:21 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
JAKARTA - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) mendirikan usaha patungan bersama (joint venture) dengan Miclyn Express Offshore (MEO) untuk diversifikasi usaha dengan memasuki pasar jasa kapal pendukung lepas pantai di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Direktur Business Development BLTA Siana Anggraeni Surya, dalam siaran persnya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (9/12/2009).

Melalui joint venture tersebut, perseroan berniat meraup pangsa pasar offshore support vessel yang bernilai sekira USD200 juta-USD250 juta dalam total pendapatan.

Selain itu, perusahaan yang menangani transportasi laut kargo cair ini juga akan menyediakan layanan dukungan lepas pantai baik kepada pelanggan yang sudah ada maupun pelanggan baru.

Dengan porsi kepemilikan sebesar 50 persen dalam joint venture yang akan dibentuk dengan nama PT BLT Miclyn Offshore (PT BMO), perseroan berharap memperluas basis charter yang sudah dimiliki dan melakukan penetrasi strategis terhadap pasar jasa kapal layanan lepas pantai di Indonesia yang saat ini diperkirakan bernilai sekira USD200 juta-USD250 juta.

Nantinya, perseroan menyediakan dukungan untuk kegiatan lepas pantai upstream di perairan Indonesia (Laut Jawa, Selat Makassar, Sumatera Selatan, Papua, dan Laut Natuna).

Adapun kapal-kapal berjenis Anchor Handling Tug and Supply (AHTS), platform and multipurpose supply vessels, accommodation platform, rig transport, kapal seismik, subsea support vessel, anchor handling tugs, crewboats, dan lain-lain, akan mendukung kegiatan tersebut.

"Joint venture ini akan memiliki basis charterer yang lebih luas serta akan menguntungkan baik BLTA maupun MEO dari segi efisiensi biaya, di mana keduanya akan menggabungkan pengalaman dan keahlian yang dimiliki untuk menyediakan layanan yang lebih baik bagi para klien termasuk penggabungan kekuatan finansial kedua perusahaan untuk membiayai JV tersebut dengan porsi utang dan ekuitas yang berimbang," beber Siana.

Kedua belah pihak pun berniat untuk merampungkan PT BMO secepatnya dengan target penyelesaian pada akhir pada Desember 2009, serta akan memiliki posisi yang kuat untuk mendapatkan keuntungan dari pasar jasa kapal pendukung lepas pantai di Indonesia.

Selain itu, JV ini akan memiliki peluang bisnis yang signifikan karena Indonesia telah menetapkan target yang ambisius dalam meningkatkan kapasitas produksi minyak bumi dan untuk memenuhi target tersebut.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam implementasi aturan cabotage. Peraturan tersebut mengatur di mana hanya pemilik kapal domestik (dengan kapal berbendera Indonesia) yang boleh beroperasi di perairan Indonesia.

Perseroan pun memiliki posisi yang baik untuk menikmati manfaat dari asas cabotage karena BLTA adalah grup perusahaan terbesar di Indonesia.

"Dengan armada yang besar dan terdiversifikasi dan pengalaman yang ekstensif, MEO adalah nama yang sangat dipercaya dalam industri layanan lepas pantai baik di pasar lokal maupun internasional. Kami sangat senang berhubungan dengan pemimpin pasar di mana kami dapat menggabungkan kekuatan dan keahlian yang dimiliki oleh kedua belah pihak untuk menyediakan layanan maritim terbaik untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan kami," jabarnya. (ade)
TWITTER »
twit