>

Adaro Klaim Tak Terlibat Ambil Alih Berau Coal

|

Widi Agustian - Okezone

Ilustrasi. Foto: Corbis

Adaro Klaim Tak Terlibat Ambil Alih Berau Coal
JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengakui bila perseroan tidak turut serta dalam rencana Recapital Advisor mengakuisisi Berau Coal yang disponsori PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai USD300 juta.

"Kita tidak ikut serta dalam hal itu. Kita tidak terlibat segala sesuatu tentang Berau Coal," kata Presiden Direktur ADRO Boy Garibaldi Thohir, di sela acara BKPM Investment Award 2009, di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (9/12/2009).

BUMI memberi pinjaman USD300 juta kepada PT Recapital Advisors untuk membiayai akuisisi 90 persen saham Berau Coal senilai USD1,48 miliar. Transaksi akuisisi 90 persen saham Berau dibiayai sepenuhnya dari pinjaman dalam berbagai bentuk dan skema. "Tidak beli langsung, cuma investment saja," ungkapnya.

Dokumen struktur pembiayaan akuisisi menyebutkan Recapital mengakuisisi Berau melalui PT Bukit Mutiara. Anak usaha Recapital dengan kepemilikan 99,69 persen ini meraih pinjaman subordinasi USD300 juta dari BUMI untuk biaya awal transaksi.

Dana tersebut didapat BUMI dari penerbitan obligasi tukar berjangka waktu tujuh tahun pada November lalu. BUMI pun meraup pinjaman senilai USD150 juta dari JPMorgan Chase Bank Na dan JPMorgan Chase Bank NA cabang Hong Kong.

Pinjaman tersebut diduga untuk membantu Berau melunasi obligasi senilai USD225 juta. Direktur Keuangan BBUMI Andrew Beckham, mengakui pihaknya menginvestasikan dana ke Recapital yang melibatkan perjanjian pemasaran dari satu produsen batu bara. Investasi ini diharapkan memberi keuntungan minimal 25 persen.

Di sisi lain, Recapital telah menunjukkan Credit Suisse untuk mencari dan mengatur fasilitas utang hingga USD600 juta. Pinjaman ini terdiri dari dua bagian yang disebut sebagai fasilitas OpCo akan dibukukan oleh Empire Capital, anak usaha yang sepenuhnya dimiliki olrh Berau untuk pelunasan lebih cepat obligasi sebesar USD325 juta tersebut.

Berau juga dikabarkan telah menggelar pertemuan dengan pemegang obligasi untuk membeli surat utang itu pada harga premium 104,68 persen. Fasilitas HoldCo senilai USD300 juta ditujukan Bukit Mutiara untuk membiayai saham Berau. Selanjutnya Bukit Mutiara juga menerbitkan surat utang vendor sebesar USD580 juta kepada pemegang saham Berau. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    20 Perusahaan yang Disegani