Gita Wirjawan (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan dua kebijakan di bidang investasi untuk mendorong pertumbuhan penanaman modal pada tahun depan.
Kebijakan tersebut adalah penyelesaian perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI) dan percepatan implementasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
"Dua kebijakan ini akan diselesaikan paling lambat akhir Januari 2010," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan dalam diskusi soal outlook politik dan ekonomi 2010 di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (10/12/2009).
Dia menuturkan, konsep DNI selama ini dimultitafisrkan sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi investor asing dan domestik.
Jika aturan DNI tersebut bisa disederhanakan atau dikristalisasikan, kata Gita, ketidakpastian ini akan berkurang. Adapun untuk PTSP, menurutnya, tugas terberat BKPM adalah mensosialisasikan implementasinya di 33 provinsi dan pada sekitar 500 kabupaten di Indonesia.
"Ini tugas yang berat bagi BKPM untuk bisa menyempurnakan eksekusi PTSP," imbuhnya.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun ini diproyeksikan naik 100 persen lebih menjadi sekitar Rp30 triliun dibandingkan 2010. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) diperkirakan turun 28 persen menjadi USD10 miliar. Proyeksi ini mempertimbangkan krisis keuangan global yang memengaruhi kapasitas investasi dari negara maju.
Namun, kata Gita, perbaikan investasi bisa diharapkan pada 2010 dengan membaiknya pemulihan ekonomi global. "Kita mulai bisa berharap akan ada angin segar yang bisa bawa modal untuk masuk ke Indonesia dari sisi PMA," terangnya.
Sejalan dengan ini, pemerintah menargetkan peningkatan PMDN dan PMA sekitar 10-15 persen pada 2010. Menurut Gita, realisasi peningkatan arus modal bisa di atas ini jika kedua kebijakan tadi bisa berjalan. (Meutia Rahmi /Koran SI/jri)