Getting time...

Gempar! Emaar Batalkan Merger dengan Dubai Holding

Rani Hardjanti - Okezone
Kamis, 10 Desember 2009 10:15 wib
Foto: Koran SI.
Foto: Koran SI.
DUBAI - Kondisi ekonomi Dubai kembali digemparkan oleh kabar yang kurang mengenakan. Perusahaan properti raksasa, Emaar, membatalkan niatnya untuk melakukan merger dengan Dubai Holding. Pembatalan ini atas pertimbangan adanya penundaan pengajuan pembayaran utang oleh pemerintah Dubai senilai USD59 miliar (Rp560 triliun), yang telah mengguncang industri keuangan global.

"Dewan direksi Emaar telah memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana merger dengan Dubai Holding, seperti yang telah diumumkan beberapa bulan lalu," demikian dikutip dari keterangan tertulis Emaar, yang dipublikasikan oleh Associated Press, Kamis (10/12/2009).

Dalam keterangan tersebut, dijelaskan alasan Emaar untuk membatalkan aksi korporasi tersebut atas dasar penelaahan yang telah dilakukan belakangan ini. Hasilnya menunjukkan, jika merger dilakukan maka akan menjadi transaksi yang tidak aman bagi Emaar.

Pernyataan itu dipublikasikan oleh Emaar sesaat setelah perdagangan pasar saham Dubai ditutup. Setelah kasus Dubai World merebak, Dubai Stock Exchange langsung mengalami pelemahan. Begitu juga dengan saham Emaar, yang telah merosot hingga 10 persen sejak kejadian tersebut.

Pembatalan Emaar ini langsung direspons negatif oleh ekonom dan pelaku pasar setempat. Berita ini direfleksikan sebagai ketidakpercayaan investor atas ketahanan ekonomi Dubai.

Emaar Properties, adalah perusahaan properti yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab dan tercatat sebagai salah satu perusahaan real estate terbesar di dunia. Emaar, juga bagian dari Dow Jones Arabia Titans Index. (rhs)
TWITTER »
twit