Getting time...

Medco Batalkan Rencana Korporasi

Widi Agustian - Okezone
Sabtu, 12 Desember 2009 15:13 wib
Logo PT Medco Energi International Tbk (MEDC)
Logo PT Medco Energi International Tbk (MEDC)
JAKARTA - PT Medco Energi International Tbk (MEDC) menuturkan pihaknya membatalkan rencana aksi korporasinya. Hal ini mengingat kondisi pasar keuangan yang masih tindak menentu pada akhir bulan November 2009.

"Direksi memutuskan untuk menunda tindakan korporasi tersebut," kata Direktur Keuangan MEDC D Cyril Noerhadi dalam keterbukaan informasi di BEI, Sabtu (12/12/2009).

Akibatnya, ia menjelaskan jika pihaknya juga tidak melanjutkan penelaahan terbatas atas laporan keuangan kondoslidasi sembilan bulanan 2009 dan 2008.

"Pada awalnya, perseroan berencana untuk melakukan tindakan korporasi. Untuk itu, diperlukan penalaahan terbatas atas laporan keuangan konsolidasi sembian bulanan 2009 dan 2008," katanya.

Saat ini, perseroan masih memiliki saham simpanan atau treasury stock hasil pembelian kembali saham (buyback) pada tahun lalu. Kini, MEDC berniat menjual saham simpanan itu.

Saham simpanan itu jumlahnya sekitar 392,3 juta unit atau 11,72 persen dari total saham perusahaan minyak dan gas bumi tersebut. MEDC masih memiliki waktu sampai 2010 untuk menguasai saham itu. Medco juga belum memutuskan waktu penjualan, serta siapa calon pembeli saham tersebut. Saham itu bisa untuk penerbitan obligasi konversi, dijual langsung, atau menjadi jaminan.

Tahun depan, MEDC membutuhkan banyak dana. Misalnya, perusahaan ini harus menyediakan belanja modal atau capital expenditure (capex) USD150 juta. Namun, sumber pendanaan belanja modal itu sepenuhnya dari pembiayaan proyek alias project financing.

Selain itu, MEDC juga masih mengembangkan tujuh proyek minyak dan gas bumi. Proyek yang segera menghasilkan adalah proyek Singa dan Lematang. Di proyek ini, Medco mulai memproduksi gas pada Desember 2009. Medco akan menjual sebagian gas tersebut kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PLN.

Proyek lain perusahaan milik Keluarga Panigoro ini adalah Blok Rimau, Blok 47 Libya, Proyek Gas Senoro, dan proyek panas bumi Sarulla. Di Sarulla, MEDC masih melakukan negosiasi ulang harga jual dengan PLN.

Pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (11/12/2009) saham MEDC mengalami kenaikan sebesar Rp25, sehingga harga saham nya menjadi Rp2.550 per saham. (wdi) (rhs)
TWITTER »
twit