Gedung pencakar langit di Dubai. (Foto : Reuters)
DUBAI - Secara mengejutkan, Abu Dabhi memberikan dana talangan (bailout) kepada Dubai senilai USD10 miliar. Dana itu diberikan untuk membantu kelancaran likuiditas atas Dubai World.
Pemerintah Dubai, menyatakan sebagian dana tersebut USD4,1 miliar akan digunakan untuk membantu perusahaan properti Nakheel atas pembayaran penerbitan obligasi berbasis syariahnya. Nakheel pun akan merealisaikan pembayaran tersebut dalam dua pekan mendatang.
Sementara sisanya, akan digunakan untuk membantu dan mengawasi kasus Dubai World. Di mana pada kreditur telah sepakat untuk dilakukan restrukturasi pembiayaan senilai USD26 miliar, hingga akhir April 2009.
"Dana tersebut juga akan digunakan untuk kewajiban kepada kreditur dan kontraktor. Diskusi dengan para kontraktor pun akan segera mulai dimulai," ujar salah satu sumber pemerintah, seperti dikutip Reuters, Senin (14/12/2009).
Sebelumnya, pemerintah Dubai mengumumkan Dubai World meminta penyediaan pembiayaan Dubai World dan anak usahanya untuk memperpanjang jatuh tempo menjadi 31 Mei 2010.
Tercatat, anak usaha Dubai World, Nakheel, memiliki obligasi syariah senilai USD3,5 miliar yang jatuh tempo pada 14 Desember 2009 dan utang lainnya senilai USD980 juta yang jatuh tempo pada 13 Mei 2010. Seain itu, Limitless, anak usaha Dubai World juga memiliki obligasi syariah senilai USD1,2 miliar, yang jatuh tempo pada 31 Maret 2010.
Pengumuman gagal bayar itu memberi dampak negatif terhadap pasar finasial global. Bahkan, bursa Eropa dan Asia langsung terkoreksi akibat berita itu. (rhs)