Foto: Corbis
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia berhasil naik di atas level USD70, pada perdagangan Selasa (16/12/2009) waktu setempat, seiring pernyataan negara-negara besar penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC, memprediksikan permintaan bahan bakar akan mengalami kenaikan.
Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (16/12/2009), harga acuan minyak untuk kontrak pengiriman Januari naik USD1,18 menjadi USD70,69 per barel pada New York Mercantile Exchange (Nymex). Sedangkan di London, harga minyak jenis Brent naik 16 sen dolar Amerika menjadi USD72,05 per barel pada ICE Futures.
Seperti dilaporkan, bahwa Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menyatakan permintaan dunia akan bahan bakar meningkat menjadi 70 ribu barel per hari. Ini lebih tinggi dari estimasi sebelumnya. Hal senada dinyatakan International Energy Agency pekan lalu.
Dijelaskan pula, OPEC yang telah mengadakan pertemuan di Angola untuk membahas produksi serta suplai minyak yang ada. Suplai minyak di negara Paman Sam telah menguat selama 10 pekan terakhir, karena kilang-kilang minyak mengurangi kapasitas produksinya.
Sebelumnya, harga minyak mentah turun tipis dibawah level USD70 per barel pada perdagangan Senin (14/2/2009) waktu setempat, bahkan sempat menyentuh level di bawah USD68 per barel. Kian terkoreksinya harga si emas hitam ini, seiring dengan tingginya jumlah cadangan di Amerika.
Sehingga, harga minyak untuk kontrak pengiriman Januari, terkoreksi 36 sen Amerika ke level USD69,51 per barel pada New York Mercantile Exchange (Nymex), bahkan sempat anjlok ke USD68,59 per barel. Sedangkan di London, harga minyak jenis Brent untuk Januari naik 1 sen dolar Amerika ke UD71,89 pada ICE Futures.
Harga minyak sangat bergantung pada pergerakan dolar AS, ketimbang permintaan di lapangan. Sehingga bila dolar AS menguat, harga minyak pun merosot karena menjadi mahal bagi para investor.
(css)