o1 o2

Economy - ekonomi global


ADB Kucuri Thailand USD77,1 Juta

Rabu, 16 Desember 2009 - 17:54 wib
text TEXT SIZE :  
Mata Uang USD. Foto: Corbis

MANILA - Bank Pembangunan Asia (ADB) berniat membantu pembiayaan proyek pelebaran jalan raya Thailand Greater Mekong Subregion (GMS). Proyek infrastruktur ini diharap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan negari Gajah Putih tersebut.
 
Dewan Direksi ADB sendiri dikabarkan telah menyetujui nilai bantuan senilai USD77,1 juta untuk pembangunan proyek GMS tersebut, di kantor pusat ADB yang berbasis di Manila, Filipina, Rabu, (16/12/2009).
 
Sumber pemerintahan Thailand menyebutkan, total panjang ruas jalan yang akan didanai mencapai 178 kilometer (km) terdiri dari dua lajur jalan nasional. Selain itu, jalan ini terkait ruas jalan yang menghubungkan antara Kamboja, Republik Rakyat China, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Thailand sendiri.
 
"Pembangunan proyek ini dilakukan dengan pendekatan lintas negara agar semua kawasan yang tersentuh bisa mendapat manfaat ekonomis perdagangan dan transportasi lintas kawasan," demikian data yang dilansir dari ADB.
 
Secara konstruksi, pembangunan jalan dilakukan mulai dari kawasan Phitsanulok-Lom Sak di wilayah utara Thailand dan ruas jalan Phanom Sarkham-Sa Kaeo di wilayah tengah Thailand.
 
Dengan terbangunnya proyek ini, diharapkan biaya pengangkutan penumpang dan operasional bisa berkurang sebesar 10 persen dan waktu perjalanan berkurang 15 persen dari saat ini.
 
"Pengurangan waktu perjalanan dan peningkatan perdagangan lintas batas kegiatan ini akan memacu kegiatan ekonomi di provinsi-provinsi di mana jalan raya diperluas. Kami mengharapkan produk domestik bruto meningkat sebesar 20 persen dalam waktu tiga tahun proyek selesai," kata Spesialis Transportasi Senior ADB Departemen Asia Tenggara Yasushi Tanaka.
 
Selain itu, pembangunan proyek ini diharapkan bisa meningkatkan keselamatan pengguna jalan raya hingga 40 persen bila dibandingkan saat ini.
 
Sebetulnya, pinjaman ADB ini hanya menutup 43 persen dari total kebutuhan biaya proyek senilai USD179,4 juta. Pinjaman ini memiliki jatuh tempo hingga 15 tahun, termasuk masa tenggang lima tahun, dengan bunga ditentukan sesuai dengan LIBOR ADB berbasis fasilitas pinjaman.
(Zaenal Muttaqin /Koran SI/ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4