BP Migas Fasilitasi 5 Perjanjian Jual dan Beli Gas

Andina Meryani - Okezone
Rabu, 16 Desember 2009 17:08 wib
Logo BP Migas. Foto: Okezone.com
Logo BP Migas. Foto: Okezone.com
JAKARTA - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memfasilitasi lima perjanjian jual dan beli gas (PJBG) serta satu Heads of Agreement (HoA) untuk domestik pada hari ini.
 
Dua PJBG yang ditandatangani akan digunakan untuk mendukung operasional pabrik pupuk, yaitu PJBG antara Kodeco Energy dengan PT Petrokimia Putra, Jawa Timur dengan lama kontrak satu tahun mulai 2010 dan total volume kontrak gas 5,168 TBTU.
 
Kemudian PJBG PT Pertamina EP dengan PT Pupuk Kujang, Jawa Barat dengan lama kontrak dua tahun mulai 2010 dan total volume kontrak gas 3,65 TBTU.
 
Sedangkan berdasarkan perjanjian lainnya, gas akan digunakan untuk sumber energi industri di Serpong, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jambi yaitu antara PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (persero) selama dua bulan mulai 2010 dengan total volume kontrak gas 1,8 TBTU.
 
Selanjutnya antara PT Lapindo Brantas Inc dengan PT Perusahaan Gas Negara (persero) selama dua tahun mulai 2010 dengan total volume kontrak Gas 5,84 TBTU dan PJBG baru antara PT Pertamina EP dengan PT Aneka Gas Industri selama enam tahun dengan total volume kontrak gas sebesar 4,95 TBTU.
 
"Tambahan gas untuk pabrik pupuk diharapkan dapat membantu peningkatan produksi pupuk nasional, sehingga mendukung program pemerintah dalam rangka ketahanan pangan nasional dan dapat menciptakan suatu multiflyer efek yang positif," ujar Wakil Kepala BP Migas Hadi Purnomo, dalam sambutannya, di Jakarta, Rabu (16/12/2009).
 
Khusus terhadap kontrak penjualan gas dari PT Pertamina (Persero) ke PT PGN, dirinya menilai bahwa dalam penandatanganan ini memiliki nilai strategis mengingat ini adalah perpanjangan kontrak penjualan gas dari KKKS Onshore West Java yang akan berakhir pada 31 Desember 2009.
 
Sementara itu, kesepakatan HoA antara Petrochina Internasional Jabung Ltd dengan BUMD Propinsi Jambi, PT Jambi Indoguna Internasional yang akan berlangsung selama lima tahun mulai 2012 dengan total volume kontrak gas sebesar 20,07 TBTU, diharapkan dapat mengurangi krisis kelistrikan dan menunjang sektor industri sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan daerah.
 
"Namun demikian saya berharap agar setiap pihak yang berkepentingan di sini dapat berkoordinasi dan bekerja sama yang baik agar perjanjian ini dapat segera merealisasikan," pungkasnya.
(ade)
TWITTER »
twit