Ilustrasi
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk berencana mencatatkan saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (17/12/2009). Perusahaan bank pelat merah menetapkan harga IPO senilai Rp800 per lembarnya dengan dana yang dihimpun melalui IPO tersebut mencapai Rp1,88 triliun.
Bank pelat merah ini akan melepas sebanyak 2,36 miliar saham ke publik atau setara dengan 27,08 persen saham. Rincian 24,48 persen akan diperuntukan untuk publik dan sisanya sebesar 2,60 persen dialokasikan untuk program MSOP. Harga yang ditawarkan berkisar 1,5-2,2 price to book value (PBV). Dari proporsi keseluruhan jumlah saham yang ditawarkan, sebesar 60 persen pembeli merupakan investor lokal dan sisanya adalah asing.
Dana publik yang terserap diharapkan dapat meningkatkan rasio kecukupan modal perseroan menjadi 27 persen dari yang sebelumnya sebesar 15,04 persen dengan demikian perseroan akan mengalami pertambahan modal menjadi sebesar Rp5 triliun dari yang sebelumnya Rp3,4 triliun sehingga hal ini bisa membuat laverage penyaluran kredit menjadi sebesar Rp60 triliun
Rangkaian roadshow IPO BTN bukan saja sukses diselenggarakan di beberapa kota besar di Tanah Air seperti Jakarta, Medan, Palembang, Makassar, Semarang dan Surabaya namun juga ke beberapa kota-kota besar dunia seperti Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Frankfurt, Amsterdam, London dan Edinburgh. Dari kunjungan ke beberapa negara tersebut terlihat bahwa saham BTN ternyata menarik minat yang tinggi dari kalangan investor luar negeri.
Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Emiten di sektor perbankan itu berkode perdagangan BBTN.
Sebelumnya, Menneg BUMN Mustafa Abubakar, saat temu wartawan di Gedung Kemenneg BUMN mengatakan dari masa penawaran ini terdiri dari investor asing dan lokal. Namun, porsi asing dibatasi maksimum 40 persen dari target IPO, sedangkan 60 persen merupakan porsi nasional.
"Jamsostek juga masuk. Jadi Insya Allah pada 17 Desember nanti resmi listing perdana di Bursa Efek Indonesia. Mudah-mudahan dapat lebih memicu kita," harapnya kala itu.
(css)