Foto: Corbis.com
JAKARTA - Penampilan perdana saham initial public offering (IPO) PT Bank BTN Tbk (BBTN) melonjak 10 persen menjadi Rp880 per lembar saham, dari nilai awal Rp800 per lembar.
Emiten ke-12 ini, mencatat harga terendah Rp800 dengan harga tertinggi Rp840 per lembar saham. Total transaksi 456 kali dengan volume 180 ribu kali transaksi
senilai Rp75 miliar.
Dengan dana yang dihimpun melalui IPO tersebut mencapai Rp1,88 triliun. Bank pelat merah ini akan melepas sebanyak 2,36 miliar saham ke publik atau setara dengan 27,08 persen saham.
Rincian 24,48 persen akan diperuntukan untuk publik dan sisanya sebesar 2,60 persen dialokasikan untuk program MSOP. Harga yang ditawarkan berkisar 1,5-2,2 price to book value (PBV). Dari proporsi keseluruhan jumlah saham yang ditawarkan, sebesar 60 persen pembeli merupakan investor lokal dan sisanya adalah asing.
Dana publik yang terserap diharapkan dapat meningkatkan rasio kecukupan modal perseroan menjadi 27 persen dari yang sebelumnya sebesar 15,04 persen dengan demikian perseroan akan mengalami pertambahan modal menjadi sebesar Rp5 triliun dari yang sebelumnya Rp3,4 triliun sehingga hal ini bisa membuat laverage penyaluran kredit menjadi sebesar Rp60 triliun.
Sekadar diketahui, 11 emiten sebelum yang telah listing di BEI pada tahun ini, antara lain PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Katarina Utama Tbk (RINA), PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT Dian Swastatika Tbk. (rhs)