Foto: Koran SI
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2010 mendatang diprediksi masih labil. Sejumlah investor tampaknya masih wait and see terkait minimnya sentimen yang memberikan energi pada pasar modal tahun depan nantinya.
"Investor biasanya memilih wait and see sebelum mengambil posisi, minimnya pengaruh akan beri sentimen juga," jelas Ketua Komisi VI Airlangga Hartanto, saat ditemui wartawan, seusai pencatatan perdana saham BBTN, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Dirinya pun merekomendasikan saham-saham di perkebunan kelapa sawit (CPO), terkait harga komoditas, nantinya lah yang bergerak naik. Sementara peluang sektor pertambangan di 2010 masih terbuka lebar.
Pasalnya, potensi di sektor pertambangan yang ada saat ini belum tergarap maksimal karena minimnya investasi. "Ini yang perlu diperhatikan," katanya.
Seperti diketahui, sejumlah pengamat mengatakan bisa IHSG pada 2010 berpeluang menembus level 3.000 seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok 5,5 persen dan pulihnya krisis ekonomi global.
Adapun potensi pergerakan IHSG bisa menembus hingga level 3.000 di tahun depan sangat memungkinkan jika pertumbuhan ekonomi nasional dijaga di level 5,5-5,6 persen.
Dengan kondisi yang kondusif tersebut, membuat pasar saham Indonesia menjadi salah satu bursa pencetak keuntungan terbesar di dunia. IHSG sejauh ini pun sudah tercatat naik 82,14 persen.
Indonesia, lanjutnya, merupakan salah satu negara Asia yang bertahan dari krisis karena tingginya konsumsi domestik. Di mana 40 persen adalah kapitalisasi adalah sektor komoditas, perbankan 28 persen, serta infrastruktur (telekomunikasi) 28 persen.
(ade)