Adaro Energy Klaim Tak Terlibat Akuisisi Berau Coal

Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Kamis, 17 Desember 2009 14:49 wib
Batu Bara. Foto: Corbis
Batu Bara. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengklaim bahwa perseroan tidak terlibat dalam rencana akuisisi maupun rencana kerja sama pemasaran batu bara PT Berau Coal.
 
Adapun ini terkait dengan rencana kerja sama pemasaran batu bara Berau Coal, antara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan perseroan.
 
Hal tersebut diungkapkan Direktur dan Sekretaris Perusahaan ADRO Andre J Mamuaya, dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (17/12/2009).
 
Menurutnya, hubungan usaha yang ada antara perseroan dengan Berau Coal hanya melalui anak usaha perseroan, yakni PT Saptaindra Sejati yang bekerja sebagai kontraktor penambangan batu bara di lokasi tambang Berau Coal.
 
Di samping itu, perseroan juga membantah memiliki hubungan afiliasi dengan Risco, di mana perusahaan ini memiliki 51 persen saham Berau. Kendati demikian, Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir secara pribadi memiliki 15 persen saham di Risco.
 
Sekadar informasi, BUMI memberi pinjaman USD300 juta kepada PT Recapital Advisors untuk membiayai akuisisi 90 persen saham Berau Coal senilai USD1,48 miliar. Transaksi akuisisi 90 persen saham Berau dibiayai sepenuhnya dari pinjaman dalam berbagai bentuk dan skema.
 
Dana tersebut didapat BUMI dari penerbitan obligasi tukar berjangka waktu tujuh tahun pada November lalu. BUMI pun meraup pinjaman senilai USD150 juta dari JPMorgan Chase Bank Na dan JPMorgan Chase Bank NA cabang Hong Kong.
 
Pinjaman tersebut diduga untuk membantu Berau melunasi obligasi senilai USD225 juta. Direktur Keuangan BUMI Andrew Beckham, mengakui pihaknya menginvestasikan dana ke Recapital yang melibatkan perjanjian pemasaran dari satu produsen batu bara. Investasi ini diharapkan memberi keuntungan minimal 25 persen.
(ade)
TWITTER »
twit