Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) A Riawan Amin meminta Bank Indonesia (BI) dan pemerintah mengkonversi bank konvensional BUMN menjadi bank umum syariah.
Ini dilakukan sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan pangsa pasar industri keuangan syariah dan menempatkannya sebagai solusi pembiayaan kegiatan-kegiatan ekonomi domestik.
"Kalau ingin mencapai pangsa pasar perbankan syariah yang besar sebagai solusi nasional, sambil ini berjalan dengan prudent, maka jawabannya adalah asset convertion plan. Di mana Gubernur BI, Menteri Negara BUMN, duduk dengan direktur-direktur utama bank konvensional pemerintah membahas strategi ini. Kalau perlu ada bank konvensional pemerintah dikonversi jadi bank syariah," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Menurut Riawan, bila masih mengandalkan pertumbuhan melalui bank-bank umum syariah atau unit usaha syariah, sulit bagi Indonesia mengejar pertumbuhan perbankan syariah lebih tinggi.
"Tidak bisa dibebankan kepada bank umum syariah yang total ekuitasnya hanya di bawah satu persen dari total ekuitas perbankan nasional," paparnya.
Riawan menilai, paradigma pemerintah dalam mendorong industri keuangan syariah dalam negeri juga masih menempatkannya sebagai model pendanaan alternatif. Akibatnya, sektor-sektor ekonomi domestik masih selalu banyak ditopang oleh bank atau lembaga keuangan konvensional.
Dia menjelaskan, saat ini pemerintah memiliki peluang untuk secepatnya melakukan kebijakan konversi bank konvensional menjadi bank syariah. "Mumpung momentumnya sekarang baru krisis moneter, orang tidak percaya dengan sistem ekonomi konvensional," katanya.
(Zaenal Muttaqin /Koran SI/ade)