Blok Cepu. (Foto: Ranin Agung/RCTI)
CEPU - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo geram terhadap Exxon Mobil atas eksplorasi Blok Cepu. Pasalnya sudah tiga tahun, namun hingga kini belum ada kepastian kapan blok migas tersebut akan beroperasi. Exxon Mobil pun didesak untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas produksi awal blok migas tersebut.
Bibit menuturkan, pihaknya telah menyepakati kesepakatan mengenai aturan main perusahaan migas asal Amerika tersebut. Namun kenyatannya hingga kini belum juga membuahkan hasil.
Berdasarkan aturan yang ditetapkan, pembagian hasil eksploitasi blok cepu sebesar 10 persen untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur, sesuai dengan potensi kandungan minyak di masing-masing daerah.
Hal tersebut tercetus saat Bibit melakukan kunjungan ke Tanaman Hutan di Blora, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Pemerintah Jawa Tengah sendiri telah mengucurkan dana Rp70 miliar dan Rp140 miliar dari pemerintah kabupaten Blora. Namun hasilnya juga masih menggantung . Sesuai dengan kesepakatan porsi pembagian, terdiri dari Bojonegoro 4,5 persen, Provinsi Jatim 2,2 persen, Blora 2,2 persen dan Propinsi Jateng 1,1 persen.
Sekadar diketahui, ada empat sumur minyak di Blok Cepu yang potensial, yakni sumur bu a4, bu a5, bu a1, dan bu a3. Sumur minyak tersebut menempati area Banyurip di Desa Gayam dan Desa Mojodelik Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Selain Exxon Mobil, Bibit juga akan terus mendesak Mobil Cepu Limited selaku operator lapangan eksplorasi Blok Cepu, untuk dapat memberikan kepastian beroperasi, serta besaran kandungan minyak yang akan terangkat jika Blok Cepu telah beroperasi.
(Ranin Agung/RCTI/rhs)