Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dana Kepabeanan Rp350 M Rawan Hilang

Andina Meryani , Jurnalis-Sabtu, 19 Desember 2009 |15:48 WIB
Dana Kepabeanan Rp350 M Rawan Hilang
Eddy Putra Irawadi. (Foto: Majalah Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah berpotensi kehilangan pendanaan dari sistem kepabeanan sebesar Rp350 miliar dengan diberlakukannya FTA Asean-China pada awal tahun ini.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Perindustrian Eddy Putra Irawadi menyatakan, dalam kondisi normal, impor yang masuk dari China sekira Rp7 triliun dengan bea masuk sekira 10 persen atau Rp700 miliar. Sedangkan dengan adanya FTA, maka bea masuk yang akan menguap sekira 5 persen dari kondisi normal atau sekira Rp350 miliar.

"Dengan FTA ini bea masuk paling tinggi hanya lima persen. Jadi potensi kehilangan kita sekita Rp 350 miliar" ujarnya seusai acara Polemik Radio Trijaya : Ketika Produk China Menyerbu (Kesiapan Hadapi FTA-Asean CHINA 2010), di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (19/12/2009).

Sebelumnya, Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi menyatakan bahwa dengan pemberlakuan FTA tersebut negara justru akan berpotensi kehilangan penerimaan kepabean yang lebih besar atau mencapai Rp15 triliun. Menanggapi hal tersebut, Eddy menyangkal anggapan tersebut.

"Rp 15 triliun itu enggak bener. Hitungannya dari mana, itu dosa," tegasnya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement