Getting time...

Pertumbuhan Industri Kecil di 2010 Stagnan

Sabtu, 19 Desember 2009 10:07 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - Pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) nasional diperkirakan akan stagnan sebesar 25 persen pada 2010.Penyebabnya adalah keterbatasan dana serta ketersediaan energi.

“UKM tumbuh stagnan karena masih ada masalah klasik akses permodalan dan listrik," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Koperasi dan UMKM Sandiaga Uno di Jakarta.

Kendati demikian, Sandiaga optimistis nilai ekspor untuk produk UKM akan mengalami pertumbuhan sekitar 15 persen, setelah tahun ini mencatatkan penurunan sebesar 36 persen. Produk unggulan ekspor UKM di antaranya produk sektor pengolahan, baik pangan maupun sumber daya alam.

Melorotnya ekspor tahunini, kata Sandiaga, tak lepas dari kondisi pasar ekspor dunia yang juga tengah melemah akibat dampak krisis keuangan global.

Sementaraitu, anggotaKomisi VI DPR Dodi Reza Alex Nurdin mengatakan, permasalahan industri kecil dan UKM nasional juga diperparah dengan pemberlakuan perdagangan bebas ASEAN-China.

Masalahnya, daya saing produk UKM Indonesia masih rendah bila dibandingkan produk impor dari China.

"Tanpa FTA pun kita masih kedodoran karena UKM kita masih dihadapi berbagai masalah klasik seperti pendanaan, tenaga kerja, dan energi, yang berakibat pada rendahnya daya saing," ujarnya.

Dia menambahkan,upaya pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga belum maksimal untuk memacu pertumbuhan sektor UMKM.

Karena itu, menurut Dodi, langkah yang perlu diambil untuk mendukung pertumbuhan industri kecil tahun depan adalah merenegosiasi ACFTA bagi industri dan UKM yang berdaya saing rendah, merevitalisasi KUR, serta memprioritaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2011. (sandra karina) (Koran SI/Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit