Getting time...

Jawa Timur Butuh 20.000 RSh

Minggu, 20 Desember 2009 10:05 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
MALANG - Kebutuhan rumah sederhana sehat (RSh) di Jawa Timur tiap tahun berkisar 20.000 unit rumah. Pengembang harus diberi insentif agar bisa memenuhi kebutuhan ini.

”Berdasarkan survei, kebutuhan rumah tiap tahun 20.000 unit.Ini untuk Jatim saja,” kata Wakil Ketua Bidang RSH DPD Real Estat Indonesia (REI) Jatim Tri Wediyanto. Tim percepatan perumahan di Jatim menargetkan pembangunan 15.000 unit RSh per tahun.Namun, target tersebut seringkali meleset.

Sejak 2005 realisasi RSh di Jatim berfluktuasi.Pada 2006 hanya terbangun 10.500 unit, 2007 sebesar 13.000 unit, serta pada 2008 turun jadi 11.000 unit. Sedangkan pada 2009 sekarang ini telah tercapai 12.500 unit RSh. Untuk memenuhi kebutuhan RSH di Jatim harus ada peran serta dari pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah kota dan kabupaten.

Dana stimulus perlu diberikan kepada pengembang yang berani terjun ke bisnis pembangunan RSh. Meskipun secara volume pembeli di pasar RSh tinggi, secara harga tidak menarik bagi para pengembang. Perlu ada kehati-hatian dalam merencanakan dan terjun dalam bisnis pengembangan RSh bagi masyarakat ekonomi bawah.

Fluktuasi harga bahan bangunan, tanah,dan biaya perizinan menjadi ancaman munculnya kerugian dalam pengembangan RSH. ”Sangat sedikit pengembang yang mau masuk ke bisnis RSh. Mereka khawatir rugi. Harus niat berbuat baik bagi orang kalau mau terjun di RSh,”ungkapnya.

Sementara itu,menurut Direktur Utama PT Terang Bulan Utama Umang Gianto, yang bergerak di pengembangan perumahan RSh di Malang, dirinya memilih terjun di pengembangan RSh karena potensi pasarnya besar.Apalagi, pemerintah saat ini sedang mencanangkan program RSh bagi masyarakat bawah yang berpendapatan rendah. (Zia Ulhaq/Koran SI/css)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit