o1 o2

Economy - Industri


OVOP Garap Produk Nonkerajinan

Minggu, 20 Desember 2009 - 16:24 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Koran SI

JAKARTA - Program satu desa satu produk (one village one product/OVOP) akan dikembangkan ke produk nonkerajinan seperti hasil pertanian.

Selama ini OVOP lebih difokuskan pada produk kerajinan yang menjadi unggulan suatu daerah. ”Saya setuju kalau OVOP dimantapkan ke produk lain. Jadi tidak hanya kerajinan. Pasar di Jepang memang susah dipenetrasi. Tapi, saat ini mereka (Jepang) sudah jemput bola.Kalau bisa masuk ke pasar Jepang, akan masuk ke negara lain juga,”kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sandiaga Salahudin Uno di Jakarta kemarin.

OVOP merupakan program yang dikembangkan Japan External Trade Organization (Jetro) dalam rangka kerja sama Indonesia- Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Sandiaga mengatakan,strategi peningkatan ekspor juga harmonisasi lintas sektor dan daerah dibutuhkan untuk menembus pasar. Ke depan OVOP harus bisa merangkul globalisasi agar bisa terus maju.

Kadin, menurut dia, membidik lokasi baru untuk penerapan OVOP. Lokasi baru itu adalah Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Bali, yang hingga saat ini lokasi baru tersebut itu baru difokuskan pada pengembangan produk kerajinan.

Ahli pemasaran Japan External Trade Organization (Jetro) Bidang Promosi Ekspor Hidehiro Ogawa mengatakan,yang menjadi hambatan untuk mengakses pasar bagi produk-produk kerajinan Indonesia adalah masih sulitnya komunikasi. ”Di daerah-daerah yang dikembangkan, tidak semua bisa berbahasa Indonesia dan Inggris. Itu menjadi masalah mengakses pasar,”kata Ogawa. (sandra karina)(//css)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4