Mata Uang USD. Foto: Suryadi/Koran SI
JAKARTA - Badan Pelaksana Hulu Migas (BP Migas), sebelas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menandatangani perjanjian rekening bersama dana abandonment and site restoration (ASR).
Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala BP Migas Hadi Purnomo saat penandatanganan perjanjian rekening bersama dana abandonment and site restoration, di kantor BP Migas, Gedung Patra Jasa, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
"Jumlah dana yang disimpan dalam tiga bank BUMN tersebut sebesar USD7,7 juta. Dengan demikian, jumlah dana yang disimpan di bank BUMN saat ini mencapai USD135,43 juta," jelasnya.
Pada kesempatan ini, BNI bakal mengelola dana ASR dari Kodeco Energy Co Ltd, Citic Seram Energy Ltd, Kalila (Korinci Baru) Ltd, Santos (Madura) Pty Ltd, Santos (Sampang) Pty Ltd, serta Energy Equity Epic (Sengkang) Corp.
Sementara Bank Mandiri mengelola dana ASR dari BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, Hess Indonesia (Pangkah), dan PetroChina Internasional (Bermuda) Ltd.
Sedangkan BRI akan mengelola dana ASR dari JOB Pertamina Talisman dan Petro China Bangko. Sebelumnya, BRI juga telah mengelola dana ASR dari Pertamina EP dan Kondur Petroleum SA.
Sekadar informasi, dana ASR merupakan dana yang harus dicadangkan KKKS untuk membongkar fasilitas operasi perminyakan pada saat akan meninggalkan area dalam wilayah kerja yang akan ditutup dan tindakan pemulihan lingkungan di aera tersebut. Yakni seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008.
(ade)