Foto: AP
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia kembali menguat tembus level USD74 per barep pada perdagangan Selasa (22/12/2009) waktu setempat, seiring pernyataan The Organization of The Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang berencana tidak akan mengurangi volume produksinya pada tahun depan.
Keputusan tersebut berimbas positif terhadap harga energi, setidaknya untuk jangka pendek.
Seperti dilansir dari Assosiated Press, Rabu (23/12/2009), harga minyak untuk kontrak pengiriman Februari berhasil naik 68 sen dolar Amerika menjadi USD74,4 per barel pada perdagangan New York Mercantile Exchange (Nymex).
Sedangkan di London, harga minyak jenis Brent untuk kontrak Februari naik 47 sen dolar Amerika ke USD73,46 pada ICE Futures.
Negosiasi yang cukup alot oleh negara-negara OPEC yang dilakukan di Afrika, dapat memberikan dampak langsung bagi konsumen. Harga minyak terdongkrak pada akhir Oktober, namun kian menurun sejak itu.
Hal inilah yang dibahas dalam pertemuan OPEC di Afrika selama dua hari lalu.
Beberapa anggota OPEC bahkan berkilah dari kesepakatan awal untuk mengurangi suplainya ke pasar, dengan menambah sedikit jumlah suplai berharap agar mendapat pendapatan lebih.
Sementara itu, pada perdagangan Nymex untuk kontrak Januari, gasolin naik hampir 2 sen dolar Amerika ke USD1,88 per galon. (rhs)