Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Pada 2010 mendatang akan banyak tantangan bagi investor saham. Setidaknya, ada lima tantangan yang harus dicermati. Jika tidak bisa membuat investor pusing tujuh keliling.
Pertama, faktor politik, di mana koalisi pemerintah ternyata tidak sekuat yang dibayangkan. Pemerintah juga masih berkutat dengan kasus Century dan kemungkinan kasus-kasus yang melanda Indonesia ke depannya.
Adapun pada Februari 2010, diperkirakan akan muncul hasil kasus Bank Century. Namun demikian, investor dan pasar pun harus siap-siap mengantisipasi hasil yang keluar nantinya.
"Bila hasilnya tidak sesuai, pasar silakan mulas. Bila hal ini terjadi, kita lihat saja pejabat mana yang jadi korban. Ataukah penyelesaiannya seperti cicak versus buaya, tiba-tiba lenyap dari peredaran," kata analis PT Bhakti Securities Budi Ruseno, saat paparan Outlook 2010, di MNC Tower, Jakarta, Rabu (23/12/2009) sore.
Kedua, adanya pasar bebas Indonesia-China. Mulai Januari 2010, Indonesia termasuk ASEAN akan melakukan pasar bebas dengan China. Di mana dampaknya tidak akan langsung terlihat seketika, dan diprediksi baru terlihat di kuartal III/IV-2010.
"Ingat tidak, China waktu 2008-2009 menggelontorkan stimulus besar-besaran. Hasilnya adalah produk China berlimpah, kelebihan stok akan dibuang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia," paparnya.
Efeknya, manufaktur Indonesia makin kalah bersaing, terlindas produk China, penutupan pabrik, pengangguran naik, hingga skenario paling buruk bila berlarut-larut terjadi gejolak sosial.
Ketiga, naiknya suku bunga. Saat ini The Fed menerapkan suku bunga rendah 0-0,25 persen. Seiring pemulihan ekonomi, inflasi akan meningkat, dan The Fed akan menaikkan suku bunga, bisa di kuartal pertama atau kedua 2010.
"Saat ini tanda-tandanya sudah terlihat. Dolar Amerika menguat dan komoditas jeblok. Secara jangka panjang naiknya suku bunga berpengaruh baik bagi AS, tetapi secara jangka pendek akan mengakibatkan capital outlow dari negara-negara di luar Amerika, termasuk Indonesia," ungkapnya.
Keempat, setelah The Fed menaikkan suku bunga, pastinya Bank Indonesia (BI) juga akan menaikkan suku bunga untuk memperkecil spread bunga. Apalagi inflasi di dalam negeri di 2010 diperkirakan jauh lebih tinggi.
Kelima, kenaikan harga (BBM, elpiji, listrik, dll). Setelah tertunda diperkirakan pemerintah akan menaikkan berbagai harga tersebut di 2010. "Diperkirakan di kuartal II-III 2010, biasanya setelah Lebaran. Hal ini akan memicu inflasi dan obatnya menaikkan suku bunga," katanya.
Oleh karena itu, dia memprediksikan prospek IHSG di 2010 masih cukup baik. Namun disertai potensi koreksi cukup lumayan. "Berbeda dengan 2009 yang naiknya lumayan stabil, IHSG 2010 lebih bergejolak," pungkasnya.
(ade)