Getting time...

Fahmi Mochtar: Tugas Direksi PLN Tak Lagi Berat

Andina Meryani - Okezone
Kamis, 24 Desember 2009 13:51 wib
Fahmi Mochtar. Foto: Andina Meryani/okezone.com
Fahmi Mochtar. Foto: Andina Meryani/okezone.com
JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar menganggap tugas direksi PLN yang baru saja dilantik kemarin lebih ringan. Ini karena sebagian besar permasalahan besar di PLN sudah diselesaikan oleh direksi PLN sebelumnya.
 
“Saya kira tidak terlalu berat lagi. Karena sebetulnya saat periode direksinya saya, ada beberapa persoalan yang sudah kita jalani. Ibarat lari estafet 400 meter, mungkin tinggal etape terakhir saja mereka,” ujarnya, di sela pelantikan Komisaris dan Direksi PLN di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (23/12/2009) sore.
 
Menurutnya, pencapaian yang dilakukan oleh direksi pada masanya antara lain terkait berkurangnya daerah yang mengalami pemadaman akibat kekurangan daya.
 
Jika pada akhir 2007 sebelum dirinya menjadi Dirut PLN, ada 31 lokasi yang mengalami pemadaman. Kemudian akhir 2008, tinggal 14 daerah dan saat ini tinggal 12. Sedangkan yang kedua, terkait proyek 10 ribu MW yang sudah mulai beroperasi di 2009.
 
“Dengan upaya keras, kita bahkan lakukan bridging, sehingga 2009 sudah ada yang beroperasi, artinya dia akan menambah daya. Di 2010 pun akan ada yang beroperasi. Artinya banyak lokasi-lokasi yang tadinya krisis menjadi tidak krisis,” tuturnya.
 
Di samping itu, mantan Dirut PLN tersebut menyatakan sebetulnya sudah mempunyai program untuk menuntaskan seluruh daerah 2010 ini tidak mengalami pemadaman lagi.
 
Sedangkan untuk pendanaan sisa proyek 10 ribu MW, dirinya menyebutkan bahwa pendanaan sudah tuntas pada Desember, sehingga semua kewajiban pendanaan proyek 10 ribu MW tahap I sudah terpenuhi.
 
Dari sisi keuangan, PLN hampir terkena technical default karena kurangnya marjin. Namun, dengan perjuangan maka marjin melalui DPR bisa diselesaikan menjadi lima persen sehingga PLN terhindar dari technical default.
 
“Dengan demikian, PLN hari ini dan ke depan sudah lebih mudah melakukan investasi melalui finanansial yang lebih baik,” jelasnya.
 
Di sisi lain, kesejahteraan pegawai selama periode kepemimpinannya di PLN juga sudah meningkat. Dia pun berharap direksi yang baru dapat meneruskan apa yang sudah dilakukan direksi sebelumnya dan juga dapat memperbaiki hal-hal lain yang masih kurang.
 
“Menurut saya probabilitas mereka untuk berhasil akan lebih besar, karena sebetulnya tinggal melanjutkan,” pungkasnya.
(ade)
  • OKA » 0 Tanggapan
    KOK BELUM PULANG
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Tjahjokartiko Gondokusumo » 0 Tanggapan
    .....tidak terlalu berat, hanya tinggal meng audit Java Bali system....mengapa sistem kendalinya payah!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dede » 0 Tanggapan
    sperti nya orang ini telah berhasil dgn baik, padahal mash bnyk kebobrokan di PLN, blm lagi korupsinya. dng pernyataan bgt kalo PLN nti berhasil baik akan diakui itu dulu krn saya yg telah meletakan dasar-dasarnya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sugiar » 0 Tanggapan
    Mudah-mudahan Jajaran komisaris dan Direktur PLN yang baru dapat menyelesaikan ketidak adilan pembebanan TDL yang tidak wajar pada jaringan distribusi yang dikelola swasta untuk kalangan business di komplek pegudangan Prima Center II. Perlu diketahui PT. Prima Jaya Teguh Perkasa pengelola Pergudangan Prima Centre II membebankan TDL lisrik > 1000,-/ kWH yang jelas sangat merugikan para pemilik gudang dikawasan tersebut.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit