Ilustrasi. Foto: Corbis
BEIJING - China mengumumkan revisi ekonomi negara itu tumbuh sebesar 9,6 persen pada 2008. Angka ini naik dari sebelumnya yang sudah diumumkan sebesar sembilan persen.
Seperti dilansir dari AFP, Jumat (25/12/2009), Kepala Biro Statistik Nasional (NBS) China Ma Jiantang mengatakan bahwa sensus ekonomi nasional terbaru menemukan bila ekonomi China tercatat sebesar 31,4 triliun yuan atau setara USD4,6 miliar pada 2008.
Selain itu, Direktur General NBS jurusan rekening nasional Peng Zhilong menambahkan bila hal tersebut berarti menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh 0,6 persen lebih tinggi saat diumumkan pada Januari.
Seperti diketahui, perekonomian China, kini merupakan yang terbesar ketiga di dunia. China pun telah mengalami kenaikan dua digit selama lima tahun dari 2003 sebelum akhirnya tahun lalu ekonominya melambat karena dampak krisis keuangan global.
Pejabat pemerintahan mengatakan, Negeri Tirai Bambu ini berusaha mencapai pertumbuhan delapan persen pada 2010, target yang ditetapkan setiap tahun sejak 2005 dan untungnya selalu melampaui, seperti Beijing yang mempertahankan kebijakan pro pertumbuhan untuk melawan penurunan global.
Sebagai informasi, China menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen pada tahun depan. Target tersebut berdasarkan sikap pemerintah yang menjaga kebijakan pertumbuhan untuk melawan penurunan ekonomi global.
Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi Li Yizhong menyatakan, berdasarkan target pemerintah pusat, pertumbuhan ekonomi sekira delapan persen. Sementara untuk pertumbuhan industri sekira 11 persen.
Menurutnya, pemulihan dasar secara bertahap telah berkonsolidasi dengan kebijakan mikroekonomi, demi meningkatkan perekonomian tahun depan.
Di samping itu, China pun juga bisa mempertahankan pertumbuhan dua digit tahun depan. Kendati demikian, ekonomi menghadapi beberapa tantangan, termasuk inflasi yang dikaitkan dengan paket stimulus pemerintah dan pengaruhnya terhadap mata uang yuan.
Perekonomian China tumbuh sebesar 8,9 persen pada kuartal ketiga, ini merupakan laju tercepat dalam satu tahun setelah meluas sebesar 7,9 persen pada kuartal kedua. Selain itu tercatat tumbuh 6,1 persen pada tiga bulan pertama, dan ini pertumbuhan paling lambat di lebih dari satu dekade.
Adapun pada bulan lalu, Bank Dunia meng-upgrade pertumbuhan 2009 untuk China sebesar 8,4 persen karena belanja publik yang besar tapi tidak mengatakan adanya permintaan domestik yang lebih kuat dan diperlukan untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan.
(ade)