Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.500-2.600 sampai dengan triwulan I-2010 dan berada di kisaran 2.800-2.900 hingga penghujung 2010.
Di sisi lain, penyelesaian terhadap kasus Bank Century yang sedang ditangani panitia angket di DPR akan berdampak signifikan terhadap pergerakan IHSG. Hal ini dikarenakan belum adanya kepastian di pasar global, di mana IHSG sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan bank sentral negara maju.
Menurut analis Bhakti Securities Budi Ruseno, kemungkinan pada Maret 2010 akan terjadi pergerakan yang cukup signifikan karena pengaruh dari Amerika yang meminta rekening fiskal harus ditutup di bulan tersebut.
Budi mengatakan, pasar modal dalam negeri di 2010 juga masih akan ditopang oleh pergerakan saham-saham unggulan di sektor perbankan dan saham dari the seven brothers alias Grup Bakrie.
"Saham-saham grup Bakrie sebagai saham penopang sekira 50-60 persen, di mana kapitalisasi BUMI 35 persen sendiri. Sedangkan perbankan 20-25 persen," katanya, dalam paparan outlook 2010, di MNC Tower, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Budi juga meminta para investor untuk mewaspadai akan adanya potensi krisis fiskal pada kuartal pertama 2010.
"Yang akan dihadapi adalah krisis fiskal, bukan lagi finansial seperti 2008. Karena tadi itu, pada Maret AS akan menutup semua rekening fiskal. Kita lihat saja dulu sampai Maret itu," pungkasnya.
Sebagai informasi, IHSG pada 2010 berpeluang menembus level 3.000 seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok 5,5 persen dan pulihnya krisis ekonomi global. Hal lain yang harus diperhatikan adalah nilai tukar dolar terhadap rupiah harus di bawah Rp10.000.
(ade)