Batu Bara. Foto: Corbis
JAKARTA - Saham perusahaan tambang PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) diprediksi akan menembus level Rp17.500 per sahamnya. Harga tersebut dengan asumsi adanya kenaikan produksi dan menguatnya nilai rupiah.
"PTBA diharapkan mempunyai tingkat pertumbuhan pendapatan sebesar 12 persen. Ini disebabkan oleh kenaikan volume produksi dan trading batu bara PTBA, sehingga untuk 2010 EPS PTBA diperkirakan sebesar Rp1.417 per saham, atau di level Rp17.500 per saham," demikian terungkap dari buletin Erdikha Sekuritas yang dipublikasikan di Jakarta, Sabtu (26/12/2009).
Saham PTBA diperdagangkan dengan PER 2010 12,35x. Sedangkan berdasarkan data historis, PE rata-rata PTBA berada di level 22x. Sehingga dengan asumsi penggunaan rata-rata PE 22x, maka harga wajar PTBA sebesar Rp31.175 per saham.
Tetapi, dengan menggunakan metode DCF, harga wajar PTBA sebesar Rp27.356 per saham dengan menggunakan margin of safety sebesar 10 persen maka harga wajar PTBA di 2010 sebesar Rp24.625 per saham.
"Sehingga dengan harga saat ini di level Rp17.500 per saham, PTBA masih akan memberikan potensi keuntungan sebesar 40,7 persen. Untuk itu kami merekomendasikan untuk membeli saham ini," papar buletin tersebut.
Total produksi batu bara perseroan pada 2008 mencapai 10,8 juta ton. Hingga sembilan bulan pertama 2009, produksi batu bara telah mencapai 8,5 juta ton atau naik 10,4 persen dibandingkan produksi periode yang sama di 2008 sebesar 7,7 juta ton.
"Untuk 2010, kami perkirakan produksi PTBA akan mencapai 12,1 juta ton, hal ini dapat dicapai karena meningkatnya angkutan batu bara kereta api yang diperkirakan akan mencapai 11,5 juta ton pada 2010," jelasnya.
Sekadar informasi, perseroan membukukan laba bersih selama kuartal III-2009 sebesar Rp2.228 triliun meningkat 68,6 persen, sehingga laba bersih kuartal III-2009 menjadi Rp1.556 triliun. Kenaikan harga batu bara menjadi pemicu kenaikan laba bersih PTBA di kuartal III-2009.
Harga jual rata-rata batu bara PTBA kuartal III-2009 untuk ekspor rata-rata berada pada level USD69,98 atau meningkat 4,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk domestik, rata-rata berada pada level Rp741,43 atau meningkat 57,43 persen dari periode sebelumnya.
Harga saham pada penutupan IHSG sesi kedua akhir pekan lalu menguat Rp50 atau naik sebesar 0,29 persen ke level Rp17.000 per lembar sahamnya.
(ade)