Foto: Corbis
SINGAPURA - Harga emas di pasar spot pagi ini tercatat naik di level USD1.111,9 per ons atau mengalami penguatan USD7,8 per ons, pada perdagangan Senin (28/12/2009) ini. Lonjakan harga kontrak emas ini dipicu spekulasi sebagian investor yang melakukan aksi beli setelah harga logam mulia itu terus turun di pekan keempat. Di sisi lain, harga emas ini merupakan penurunan terlama sejak April.
Seperti dilansir dari Bloomberg, harga emas berpeluang meraih peningkatan kembali pada pekan ini karena sebagian investor membeli logam mulia itu setelah terjadi penurunan yang besar dari posisi rekor USD1.226,56 per ons pada 3 Desember. Sebanyak 11 dari 21 pedagang, investor, dan analis yang disurvei Bloomberg mengatakan emas akan menguat. Sebanyak tujuh orang di antaranya memperkirakan penurunan harga, serta tiga lainnya mengatakan netral.
Seperti diketahui, harga emas telah naik 26 persen pada tahun ini karena pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami penekanan dan menjadi resesi terlama sejak Perang Dunia II. Kondisi tersebut pun memicu permintaan terhadap logam mulia sebagai investasi.
Di sisi lain, sinyal meningkatnya pertumbuhan ekonomi AS memicu rally pada dolar negara itu bulan ini, setelah mata uang itu turun ke terendah 15 bulan pada November. Harga emas tergelincir enam persen pada Desember karena US Dollar Index menguat 3,9 persen, di mana pada hari ini indeks tersebut melemah 0,2 persen.
Sementara itu, di antara logam mulia lainnya, perak dan palladium bergerak tipis di posisi USD17,51 per ons dan USD386,75 per ons secara berurutan, dan platinum memperoleh gain 1,3 persen di level USD1.483 per ons. (css)